BANYUMAS, ifakta.co – Kabar menggembirakan datang bagi para pecinta aktivitas alam bebas. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan kembali dibuka mulai 28 Maret 2026.

Sebelumnya, jalur pendakian sempat ditutup sejak 1 Januari akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Penutupan ini dilakukan demi alasan keselamatan sekaligus untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menyampaikan bahwa pembukaan kembali telah dijadwalkan pada akhir Maret.

Iklan

“Rencana pembukaan pendakian dijadwalkan pada 28 Maret mendatang,” ujar Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, di Mataram, seperti dilansir Antara, Selasa (24/2).

Tingkatkan Standar Keamanan dan Layanan

Pembukaan kali ini tidak hanya sekadar mengaktifkan kembali jalur pendakian. Selama masa penutupan, pihak pengelola melakukan evaluasi dan peningkatan sistem agar pengalaman mendaki menjadi lebih aman dan terstandar.

Beberapa pembaruan yang akan diterapkan meliputi:

  1. Gelang RFID dan Personal Beacon

Teknologi ini memungkinkan pemantauan posisi pendaki secara langsung (real-time), sehingga dapat mengurangi risiko tersesat di jalur pendakian.

  • Command Center Terpadu

Pusat komando dengan sistem komunikasi radio terintegrasi disiapkan untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat.

Dengan langkah ini, pengelola berharap Rinjani dapat menjadi destinasi pendakian yang tidak hanya indah, tetapi juga unggul dari sisi keamanan dan manajemen.

Bagi calon pendaki, pembukaan ini menjadi kesempatan baik untuk kembali menaklukkan puncak.

Namun ingat, persiapan fisik, perlengkapan memadai, serta kepatuhan terhadap aturan tetap menjadi faktor utama keselamatan di gunung.

(naf/kho)