PURWOKERTO, ifakta.co – Bawang bombai (Allium cepa) berasal dari kawasan Asia Tengah dan diperkirakan pertama kali berkembang di wilayah Palestina. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia melalui jalur perdagangan internasional.
Sebutan “bawang bombai” melekat karena komoditas ini banyak dibawa oleh pedagang dari Mumbai, India, ke berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Sejak masa kolonial Belanda, bawang bombai mulai dikenal luas dan digunakan dalam berbagai masakan, terutama kuliner Eropa, Cina, serta masakan Indonesia modern.
Komposisi Alami dan Nutrisi Bawang Bombai
Iklan
Manfaat bawang bombai tidak terlepas dari kandungan nutrisinya yang cukup beragam. Dalam 100 gram bawang bombai terkandung sekitar 43 kalori, 10 gram karbohidrat, 1,5 gram protein, dan 2 gram serat, serta mineral penting seperti fosfor 44 miligram, kalsium 32 miligram, kalium 10 miligram, dan vitamin C sebanyak 9 miligram.
Selain itu, bawang bombai juga mengandung zat besi, zinc, senyawa sulfur organik, serta berbagai antioksidan, di antaranya flavonoid, asam fenolik, antosianin, dan quercetin, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Khasiat Bawang Bombai bagi Kesehatan
1. Mencegah Osteoporosis
Konsumsi bawang bombai secara rutin dikaitkan dengan peningkatan kepadatan tulang. Beberapa studi menyebutkan bahwa bawang bombai dapat membantu menurunkan risiko osteoporosis serta mengurangi kemungkinan terjadinya patah tulang, terutama pada wanita pascamenopause.
2. Menurunkan Tekanan Darah
Kandungan quercetin dalam bawang bombai berperan sebagai antioksidan yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa nutrisi dalam bawang bombai dapat mencegah penggumpalan darah dan mengurangi penumpukan lemak di pembuluh darah, sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kardiovaskular.
3. Mencegah Konstipasi
Bawang bombai merupakan sumber serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Kandungan seratnya membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Selain itu, serat dalam bawang bombai bersifat prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus sehingga saluran cerna tetap sehat.
4. Mengontrol Kadar Gula Darah
Bawang bombai dipercaya mampu membantu mengontrol kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Manfaat ini menjadikannya baik dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe 2 sebagai bagian dari pola makan sehat.
5. Mencegah Terjadinya Kanker
Berbagai jenis antioksidan dalam bawang bombai berperan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Perlindungan ini penting untuk menurunkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker.
6. Menjaga Kesehatan Otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang bombai berpotensi membantu menghambat perkembangan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.
7. Membantu Mengatasi Diare
Kandungan antioksidan dan senyawa antibakteri dalam bawang bombai diyakini dapat membantu mengatasi diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk E. coli. Selain itu, bawang bombai juga berpotensi melawan bakteri penyebab penyakit lain seperti Staphylococcus aureus dan Bacillus aureus.
Cara Konsumsi Bawang Bombai
Untuk mendapatkan manfaat bawang bombai secara optimal, Anda dapat mengonsumsinya sebagai bumbu masakan atau menambahkannya ke dalam berbagai hidangan, seperti sup, tumisan, maupun salad. Cara konsumsi ini membantu mempertahankan kandungan nutrisi bawang bombai yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Sebaiknya hindari mengolah bawang bombai dengan cara digoreng terlalu lama karena proses ini dapat mengurangi kadar nutrisi penting di dalamnya.
Agar manfaatnya semakin maksimal, imbangi konsumsi bawang bombai dengan pola makan sehat yang mencakup sayuran, buah-buahan, serta sumber protein dan serat lainnya.
Apabila setelah mengonsumsi bawang bombai Anda mengalami keluhan seperti perut kembung, nyeri lambung, sensasi panas di dada (heartburn), mual, atau muntah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Keluhan tersebut bisa terjadi akibat konsumsi bawang bombai yang berlebihan.
Oleh karena itu, pastikan mengonsumsinya dalam jumlah wajar agar manfaat bawang bombaitetap optimal tanpa menimbulkan efek samping.
Sumber: Alodokter.com
(naf/kho)



