JAKARTA, ifakta.co – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada awal perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Rupiah dibuka pada level Rp17.894 per dolar AS atau naik 0,03 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.899 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut terjadi ketika indeks dolar AS atau DXY mengalami pelemahan. Kondisi tersebut turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih positif terhadap mata uang Amerika Serikat.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan rupiah masih memiliki peluang menguat sepanjang perdagangan hari ini. Selain pelemahan DXY, penurunan imbal hasil US Treasury (UST) turut menjadi faktor pendukung.
Iklan
Indeks DXY tercatat terdepresiasi 0,33 persen menjadi 101,83. Meski demikian, indeks tersebut masih mencatat penguatan sebesar 3,57 persen secara year to date (ytd).
Di pasar obligasi AS, imbal hasil UST tenor 10 tahun turun 2,5 basis poin (bps) menjadi 5,28 persen. Sementara itu, imbal hasil UST tenor dua tahun melemah 5,0 bps menjadi 4,79 persen.
“Kami memperkirakan rupiah akan menguat atau bergerak lebih rendah terhadap dolar AS, didukung oleh pelemahan DXY dan penurunan imbal hasil UST,” kata Andry, Rabu, 7 Oktober 2026.
Meski memiliki peluang menguat, rupiah tetap menghadapi sejumlah tekanan. Andry menilai kenaikan harga minyak mentah dan arus modal asing yang masih keluar dari pasar saham menjadi risiko yang dapat membatasi penguatan rupiah.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik tipis 0,26 persen menjadi 100,6 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut terjadi di tengah tingginya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.
Kondisi keamanan tersebut mengimbangi perbaikan pasokan minyak di kawasan regional. Situasi pasar minyak kemudian menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diperhatikan dalam pergerakan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.870 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.870 hingga Rp17.950 per dolar AS,” tandasnya.
(yes/my)



