JAKARTA, ifakta.co – Di balik tren rokok elektrik atau vape yang kian populer, tersimpan ancaman serius berupa penyalahgunaan zat berbahaya yang tak terduga. Salah satunya adalah etomidate, obat anestesi kuat yang kini disalahgunakan sebagai campuran cairan vape ilegal.

Kasus yang menyeret selebgram Julia Prastini, akrab disapa Jule, baru-baru ini menjadi sorotan tajam, mengungkap betapa dekatnya bahaya ini dengan kehidupan sehari-hari dan bagaimana obat yang sejatinya untuk medis ini beralih fungsi menjadi racun dalam asap.

Jule diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam sebuah pengembangan kasus peredaran cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Penangkapan ini berlangsung di sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, di mana polisi menemukan satu cartridge vape berisi zat mencurigakan dalam paket yang ditujukan kepada Jule, serta satu cartridge bekas pakai di lokasi.

Iklan

Hasil pemeriksaan urine Jule menunjukkan ia positif mengonsumsi etomidate, sebuah fakta yang memperkuat dugaan penyalahgunaan zat tersebut. Hingga kini, kasus ini masih dalam tahap penyidikan intensif, termasuk pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti untuk memastikan secara definitif kandungan berbahaya dalam cartridge yang disita.

Etomidate: Dari Meja Operasi ke Rokok Elektrik

Etomidate bukanlah zat yang dirancang untuk hiburan atau rekreasi, apalagi untuk diuapkan melalui rokok elektrik. Dalam dunia medis, etomidate adalah obat keras yang memiliki peran krusial sebagai anestesi, khususnya untuk menginduksi pembiusan sebelum prosedur medis atau operasi besar.

Obat ini bekerja secara langsung pada sistem saraf pusat, menghasilkan efek sedatif atau menenangkan yang kuat hingga menyebabkan hilangnya kesadaran. Pemberiannya pun sangat ketat, yakni melalui suntikan intravena oleh tenaga medis terlatih dan profesional.

Karakteristik etomidate yang bekerja cepat membuatnya sangat berharga dalam kondisi tertentu di bidang anestesi, di mana kecepatan induksi pembiusan sangat diperlukan.

Namun, kemudahan efek sedatif inilah yang kemudian disalahgunakan. Penggunaan etomidate di luar kebutuhan medis, apalagi dengan metode penguapan melalui rokok elektrik, adalah tindakan yang sangat berbahaya dan ilegal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tegas menyatakan bahwa etomidate adalah obat keras yang penggunaannya harus selalu berada di bawah pengawasan medis ketat. Penyalahgunaan melalui vape mengubahnya dari alat penyelamat nyawa menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

Ancaman Kesehatan di Balik Asap Ilegal

Fenomena penyalahgunaan etomidate melalui vape bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Badan Penasihat Inggris untuk Penyalahgunaan Obat, atau Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD), telah mencatat peningkatan signifikan dalam penyalahgunaan etomidate melalui perangkat vape di beberapa negara Asia.

Etomidate yang diuapkan dapat memberikan efek sedatif dengan onset yang relatif cepat, menjadikannya pilihan bagi individu yang mencari sensasi instan atau efek penenang yang kuat. Namun, bahayanya jauh melebihi sensasi sesaat tersebut.

Perlu digarisbawahi bahwa etomidate sama sekali tidak dirancang untuk dihirup atau diuapkan. ACMD sendiri mengakui bahwa data mengenai efek farmakologis etomidate secara khusus melalui vaping masih sangat terbatas, menunjukkan kurangnya pemahaman ilmiah tentang dampak jangka panjang dari metode penggunaan ini.

Meskipun demikian, BPOM telah mengidentifikasi berbagai efek merugikan yang dapat timbul dari penggunaan etomidate melalui vape. Efek-efek tersebut antara lain mual dan muntah, iritasi saluran pernapasan yang parah, gangguan koordinasi tubuh, hingga kehilangan kesadaran bahkan kejang otot yang membahayakan nyawa.

Risiko kesehatan dari penyalahgunaan etomidate tidak berhenti pada efek akut. Zat ini diketahui dapat memengaruhi produksi hormon steroid tubuh, khususnya dengan menghambat enzim tertentu yang berperan penting dalam produksi kortisol.

Sejumlah laporan kasus dari negara-negara Asia telah menemukan adanya gangguan hormon pada individu yang menggunakan vape yang mengandung etomidate, menunjukkan potensi kerusakan organ dan sistem tubuh jangka panjang yang serius. Lebih lanjut, masalah lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah ketidakjelasan kandungan sebenarnya dalam cartridge ilegal.

Cairan vape yang beredar di pasar gelap seringkali mengandung zat-zat berbahaya tanpa informasi yang akurat mengenai jenis maupun konsentrasinya, membuat pengguna terpapar risiko yang tidak terprediksi.

Jaringan Peredaran dan Upaya Penindakan

Kasus yang melibatkan Jule adalah bagian dari pengungkapan jaringan peredaran vape yang diduga mengandung etomidate yang lebih besar. Sebelumnya, polisi telah mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dan menyita 27 cartridge yang diduga mengandung etomidate.

Pengembangan kasus ini kemudian mengarah kepada seorang warga negara China berinisial XC. Dari lokasi penangkapan XC, polisi menemukan 71 cartridge dengan model serupa. Dengan demikian, dalam rangkaian pengungkapan ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan total 99 cartridge yang diduga mengandung etomidate, termasuk satu cartridge yang ditemukan pada Jule.

Menanggapi maraknya penyalahgunaan ini, berbagai lembaga penegak hukum dan pengawas obat di Indonesia bersinergi. BPOM menyatakan kesiapannya untuk membantu kepolisian, baik dalam pengujian barang bukti etomidate maupun dalam memberikan keterangan ahli.

Lembaga ini juga aktif berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan kepolisian untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektrik. BNN sendiri, pada September 2026, melaporkan telah menyita 8.276,15 mililiter etomidate dan 3.485 cartridge vape sepanjang tahun tersebut.

Angka ini secara jelas menunjukkan bahwa penyalahgunaan etomidate melalui media vape telah menjadi persoalan serius yang mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan dan kesehatan.

Kasus Jule dan pengungkapan jaringan etomidate ini menjadi pengingat pahit akan bahaya tersembunyi di balik tren vape yang populer. Masyarakat, terutama generasi muda, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap produk-produk ilegal dan zat-zat berbahaya yang disalahgunakan.

Edukasi dan penegakan hukum yang tegas adalah kunci untuk melindungi publik dari ancaman anestesi beracun yang kini bersembunyi dalam kepulan asap rokok elektrik.

(faz/lex)

Iklan