JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah memutuskan menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan menjadi 33,2 juta orang untuk alokasi Februari–Maret 2026.
Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga pangan menjelang Ramadan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, maka setiap KPM akan menerima 20 kilogram beras.
Iklan
“Kalau sebelumnya sekitar 18 juta penerima, sekarang menjadi 30 juta lebih. Tinggal dikalikan saja, 20 kilogram dikali 30 juta penerima, totalnya sekitar 600 ribu ton beras,” ujar Rizal saat Panen Festival 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Seiring peningkatan jumlah penerima menjadi 33,2 juta KPM, total beras yang disalurkan diperkirakan mencapai 664,8 ribu ton. Bulog saat ini tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis penyaluran, termasuk pengemasan.
“Penyaluran diperkirakan mulai pertengahan Maret 2026, sekaligus untuk alokasi Februari dan Maret. Targetnya saat pertengahan Ramadan agar bisa meringankan beban masyarakat,” jelas Rizal.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun. Penugasan pengadaan dan distribusi bantuan pangan sepenuhnya diserahkan kepada Perum Bulog.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 dan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pemerintah juga memperluas sasaran penerima bantuan dengan menyasar masyarakat desil I hingga IV, serupa dengan skema penerima BLTS Kesejahteraan Rakyat.
Jumlah KPM meningkat signifikan hingga 81,9 persen dibanding program serupa sebelumnya yang hanya menjangkau sekitar 18,2 juta KPM per bulan.
Selain beras, setiap KPM juga akan menerima 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mengeluarkan stok 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
(AMN)



