TANGERANG, ifakta.co – Pengajian rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gunung Kaler yang selama ini berjalan secara istiqomah, ditutup sementara menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Penutupan sementara ini dilakukan mengingat bulan penuh berkah tersebut akan segera tiba dalam beberapa minggu ke depan.

Pengajian yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026 ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI Kecamatan Gunung Kaler dari sembilan desa. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus dirangkaikan dengan peresmian atau selamatan tempat pengajian pengurus MUI Kecamatan Gunung Kaler yang berlokasi di kediaman Ketua MUI Gunung Kaler, KH Fahaduddin, di Desa Tamiang.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Rancagede, H. Yani. Ia menyampaikan bahwa keberadaan tempat pengajian ini diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan keagamaan yang terus dijalankan secara bersama-sama, guna memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di wilayah Kecamatan Gunung Kaler.

Iklan

Ketua MUI Kecamatan Gunung Kaler, KH Fahaduddin, kepada ifakta.co (6/2/26) menjelaskan bahwa pengajian rutin MUI Kecamatan Gunung Kaler selama ini dilaksanakan secara berkala dua minggu sekali bersama seluruh pengurus MUI kecamatan dan terus berjalan dengan konsisten.

“Alhamdulillah, hari ini pengajian kami tutup sementara mengingat akan datangnya bulan penuh keberkahan, yakni bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, KH Fahaduddin juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus MUI dari sembilan desa yang dapat bersama-sama hadir dalam kegiatan peresmian atau selamatan tempat pengajian pengurus MUI Kecamatan Gunung Kaler yang baru. Selain itu, pihaknya turut menyampaikan ribuan terima kasih kepada unsur Kecamatan Gunung Kaler yang telah berkenan hadir dan mendukung terselenggaranya pengajian pada hari ini.

Kehadiran MUI Kecamatan Gunung Kaler dalam kegiatan keagamaan tersebut juga mendapat apresiasi dari jajaran kepala desa se-Kecamatan Gunung Kaler serta seluruh pihak yang menilai peran MUI sangat strategis dalam menjaga ukhuwah, persatuan, dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

(Sb-Alex)