PURWOKERTO, ifakta.co – Daun mint (Mentha spp.) berasal dari wilayah Eropa dan Asia, khususnya kawasan Timur Tengah, dan telah dimanfaatkan sejak zaman kuno oleh peradaban Mesir, Yunani, dan Romawi sebagai tanaman obat serta penyedap alami.

Nama “mint” diyakini berasal dari mitologi Yunani tentang nimfa bernama Minthe. Melalui jalur perdagangan dan penjajahan bangsa Eropa, tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia, daun mint kini banyak dibudidayakan dan tumbuh subur, terutama di daerah dataran tinggi dengan iklim sejuk.

Komposisi Alami dan Nutrisi Daun Mint

Iklan

Dalam 100 gram daun mint terkandung sekitar 78 gram air yang membantu menjaga hidrasi tubuh, serta berbagai nutrisi penting. Daun mint menyediakan sekitar 4 gram protein dan 8 gram serat yang baik untuk pencernaan, serta mineral seperti kalsium 240 mg, magnesium 80 mg, fosfor 75 mg, dan kalium 570 mg yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan keseimbangan elektrolit. Selain itu, daun mint juga mengandung beragam vitamin, antara lain vitamin C, vitamin B6, dan vitamin A.

Tak hanya bernutrisi, daun mint dikenal kaya akan senyawa aktif dengan sifat antioksidan, antibakteri, antivirus, antijamur, dan antiperadangan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Khasiat Daun Mint bagi Kesehatan

1. Menjaga kesehatan mulut dan gigi

    Daun mint kerap digunakan dalam pasta gigi dan obat kumur karena mampu memberikan sensasi segar sekaligus melawan bakteri penyebab bau mulut, gigi berlubang, dan gangguan pada gusi berkat sifat antibakterinya.

    2. Meredakan nyeri dan gangguan pencernaan

    Efek relaksasi pada otot membuat daun mint bermanfaat untuk mengurangi kram menstruasi, sakit perut, mual, perut kembung, hingga keluhan irritable bowel syndrome (IBS). Minyak maupun teh daun mint sering digunakan untuk membantu meredakan gangguan saluran cerna.

    3. Mengatasi sakit kepala dan meningkatkan fokus

    Kandungan menthol dalam daun mint memberikan sensasi dingin dan membantu melancarkan aliran darah, sehingga efektif meredakan sakit kepala tegang maupun migrain. Aroma dan konsumsi daun mint juga dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kewaspadaan.

    4. Melegakan pernapasan dan meredakan alergi

    Sifat antivirus, antibakteri, dan antiperadangan pada daun mint membantu meredakan hidung tersumbat akibat flu. Selain itu, kandungan asam rosmarinatnya diketahui dapat mengurangi gejala alergi seperti hidung berair, mata gatal, dan asma.

    5. Mendukung pengendalian berat badan dan energi tubuh

    Daun mint dapat membantu menekan nafsu makan, sehingga bermanfaat bagi program penurunan berat badan. Aromanya yang menyegarkan juga dipercaya mampu mengurangi rasa lelah, mencegah kantuk, serta memperbaiki suasana hati.

    6. Melindungi tubuh dari infeksi dan keracunan makanan

    Penelitian menunjukkan daun mint mampu menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Staphylococcus aureus, sehingga berpotensi menurunkan risiko keracunan makanan dan infeksi tertentu.

    Cara Konsumsi Daun Mint

    Daun mint dapat dikonsumsi dengan cara yang praktis dan beragam, mulai dari direbus menjadi teh, dicampurkan ke dalam infused water, ditambahkan pada salad atau masakan daging sesaat sebelum disajikan, hingga dikunyah langsung.

    Apa pun cara konsumsinya, daun mint sebaiknya selalu dicuci bersih terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel.

    Cara pengolahan yang paling umum adalah dengan menyeduh daun mint menjadi teh. Teh mint hangat sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan perut kembung dan gangguan pencernaan, sementara teh mint dingin atau infused water cocok dikonsumsi untuk memberikan kesegaran ekstra, terutama saat cuaca panas.

    Untuk membuat teh mint hangat, cuci bersih beberapa lembar daun mint lalu sobek sedikit agar aromanya keluar. Seduh dengan air panas dan diamkan selama 5–10 menit, kemudian saring.

    Teh ini dapat ditambahkan madu atau perasan lemon sesuai selera. Sementara itu, infused water dapat dibuat dengan memasukkan daun mint segar ke dalam teko air minum, ditambah irisan lemon atau timun, lalu didiamkan beberapa jam di dalam kulkas hingga siap diminum.

    Sumber: Alodokter.com

    (naf/kho)