PURWOKERTO, ifakta.co – Jintan (Cuminum cyminum) berasal dari kawasan Mediterania bagian timur hingga Asia Tengah. Rempah ini telah dimanfaatkan sejak ribuan tahun lalu, dengan bukti penggunaannya ditemukan di Mesir kuno dan wilayah Timur Tengah.
Bahkan, biji jintan pernah ditemukan dalam situs penggalian arkeologi yang diperkirakan berusia lebih dari 4.000 tahun. Pada masa lalu, jintan tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga dimanfaatkan dalam proses pengawetan mumi serta tercatat dalam sejumlah teks kuno, termasuk Alkitab.
Komposisi Alami dan Nutrisi Jintan
Iklan
Dalam 1 sendok teh jintan putih (±2 gr) terkandung sekitar 8 kkal. Rempah ini juga menyediakan sejumlah nutrisi penting, antara lain 0,4 gr protein, 19,6 mg kalsium, 1,4 mg zat besi, dan 10,5 mg fosfor.
Selain itu, jintan putih mengandung serat, berbagai senyawa antioksidan, serta beragam vitamin, seperti vitamin A, B, C, dan E, yang berperan dalam mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Khasiat Jintan bagi Kesehatan
1. Menurunkan kolesterol dan menjaga jantung
Senyawa hipolipidemik dalam jinten diketahui dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Manfaat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
2. Menjaga kesehatan pencernaan
Jintan kaya akan serat yang membantu meredakan gangguan pencernaan, termasuk gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) seperti kembung, kram perut, dan diare. Sejumlah penelitian menunjukkan jinten berpotensi digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi masalah pencernaan.
3. Mengontrol gula darah
Jintan memiliki sifat antidiabetes yang membantu menjaga kestabilan gula darah. Kandungan fitoestrogen di dalamnya diduga mampu merangsang kinerja pankreas dalam memproduksi insulin sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
4. Melindungi sel tubuh dan fungsi otak
Jintan mengandung antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas dan berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, jintan juga dipercaya dapat mendukung fungsi sistem saraf dan meningkatkan daya ingat.
5. Membantu pengelolaan berat badan
Konsumsi jintan secara rutin, terutama bila disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik, berpotensi membantu mengurangi lemak tubuh dan mendukung penurunan berat badan, meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan.
Cara Konsumsi yang Dianjurkan
Air jintan dapat dibuat dengan merebus 4–5 gelas air, lalu menambahkan 2 sendok makan biji jintan putih utuh ke dalamnya. Setelah air mendidih, panci segera diangkat dari api, kemudian ditutup dan dibiarkan hingga suhunya turun ke suhu ruang.
Air jintan ini dapat diminum secara bertahap sepanjang hari untuk hasil yang optimal. Jika ingin, Anda dapat menambahkan 1 sendok teh madu sebagai pemanis alami atau 1 sendok teh air lemon per cangkir untuk memberikan rasa segar.
Meski memiliki berbagai manfaat, penggunaan jintan putih perlu dilakukan dengan hati-hati. Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak tidak dianjurkan mengonsumsinya sebagai obat herbal karena keamanannya belum terbukti secara medis.
Jintan putih juga berpotensi menghambat pembekuan darah, sehingga berisiko menimbulkan memar atau perdarahan pada penderita gangguan darah seperti hemofilia.
Selain itu, rempah ini dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga penderita diabetes perlu waspada terhadap gejala hipoglikemia. Jintan putih juga dikhawatirkan memengaruhi kestabilan gula darah sebelum dan setelah operasi, sehingga sebaiknya dihentikan setidaknya dua minggu sebelum tindakan bedah. Untuk keamanan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi jintan putih secara rutin.
Sumber: Alibaba.com, Alodokter.com
(naf/kho)



