PURWOKERTO, ifakta.co  – Vanili (Vanilla planifolia) berasal dari Meksiko, tepatnya dari suku Totonac yang telah membudidayakannya dari buah anggrek genus Vanilla dan memanfaatkannya sebagai perisa alami sejak abad ke-16.

Bangsa Eropa kemudian membawa vanili ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Indonesia pada tahun 1819. Awalnya, tanaman ini dibudidayakan di Kebun Raya Bogor, sebelum akhirnya menyebar luas dan berkembang menjadi salah satu komoditas rempah bernilai tinggi.

Komposisi Alami dan Nutrisi Vanili

Iklan

Dalam setiap 100 gram vanili kering terkandung sekitar 288 kkal energi. Vanili juga mengandung karbohidrat sebesar 52,6 gram, protein 3,9 gram, serta lemak 3,2 gram. Kandungan seratnya tergolong tinggi, yaitu mencapai 16,5 gram, sehingga baik untuk mendukung kesehatan pencernaan.

Selain itu, vanili kaya akan mineral penting, seperti kalsium dan fosfor masing-masing 148 mg, magnesium 230 mg, serta kalium yang cukup tinggi, yaitu 1.502 mg. Vanili juga mengandung zat besi sebanyak 9,2 mg dan seng sebesar 1,6 mg yang berperan dalam berbagai fungsi metabolisme tubuh.

Tak hanya nutrisi makro dan mineral, vanili juga mengandung senyawa bioaktif, antara lain vanilin, asam vanilat, p-hidroksibenzaldehida, dan p-hidroksibenzil metil eter. Keberadaan senyawa-senyawa ini berperan dalam memberikan aroma khas sekaligus berkontribusi terhadap berbagai manfaat kesehatan vanili.

Khasiat Vanili bagi Kesehatan

1. Antioksidan dan perlindungan sel tubuh

    Vanili mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari radikal bebas, sehingga berpotensi mencegah penyakit kronis dan penuaan dini.

    2. Anti-inflamasi dan pereda peradangan

    Senyawa vanilin memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit inflamasi seperti radang sendi dan gangguan jantung.

    3. Menjaga kesehatan otak dan fungsi saraf

    Vanilin dan asam vanilat bersifat neuroprotektif, berpotensi melindungi sel saraf serta menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer.

    4. Menjaga fungsi pencernaan dan mengontrol gula darah

    Vanili membantu merangsang produksi enzim pencernaan, meredakan kembung dan mual, serta berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.

    5. Pemberi aroma dan penyeimbang rasa makanan

    Vanili berfungsi sebagai pengharum alami yang memperkaya cita rasa serta menyeimbangkan rasa pahit maupun gurih tanpa mendominasi hidangan.

    6. Memperbaiki tekstur dan penampilan kuliner

    Dalam pengolahan makanan seperti es krim dan kue, vanili membantu menghasilkan tekstur yang lebih lembut sekaligus memberi warna kecokelatan alami.

    7. Alternatif pengurang gula dalam resep

    Aroma manis vanili dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan gula tanpa mengurangi kenikmatan rasa.

    8. Melindungi kulit dari penuaan dini

    Kandungan antioksidan vanili membantu menjaga elastisitas kulit serta melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas dan paparan sinar UV.

    9. Mencerahkan dan melembapkan kulit

    Vanili mengandung niasin yang membantu meratakan warna kulit dan minyak esensialnya dapat digunakan sebagai pelembap alami.

    10. Menutrisi dan memperkuat rambut

      Penggunaan vanili sebagai masker rambut dapat membantu meningkatkan kilau, memperkuat batang rambut, dan mengurangi kerusakan.

      11. Relaksasi dan peningkatan suasana hati

        Aroma vanili bersifat menenangkan, membantu meredakan stres dan kecemasan, serta merangsang hormon kebahagiaan seperti serotonin dan dopamin.

        12. Meningkatkan kualitas tidur, fokus, dan meredakan mual

          Aromaterapi vanili dapat membantu tidur lebih nyenyak, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi rasa mual, termasuk pada ibu hamil.

          Cara Konsumsi yang Dianjurkan

          Agar manfaat vanili dapat diperoleh secara maksimal, diperlukan cara penggunaan yang tepat sesuai dengan bentuknya. Berikut beberapa panduan pemanfaatan vanili dalam berbagai jenis olahan:

          1. Polong vanili utuh

            Polong vanili dapat dimanfaatkan untuk memberikan aroma alami pada cairan seperti susu, krim, atau sirup. Cara penggunaannya dengan membelah polong secara memanjang, lalu merendamnya dalam cairan hangat selama beberapa jam atau semalaman. Untuk rasa yang lebih kuat, biji vanili di dalam polong dapat dikerok dan dicampurkan ke dalam cairan.

            2. Ekstrak vanili

            Ekstrak vanili merupakan bentuk yang paling sering digunakan dalam memasak dan memanggang. Takaran umum yang dianjurkan adalah 1 sendok teh ekstrak vanili untuk setiap 1 cup cairan dalam resep. Sebaiknya ekstrak vanili ditambahkan pada tahap akhir memasak agar aromanya tetap terjaga.

            3. Bubuk vanili

            Bubuk vanili memiliki rasa yang lebih pekat dibandingkan ekstrak, sehingga penggunaannya cukup setengah dari takaran ekstrak vanili. Bentuk ini sangat cocok digunakan pada resep kering, seperti kue kering atau adonan campuran kue.

            4. Pasta vanili

            Pasta vanili memiliki tekstur lebih kental dengan cita rasa yang kuat. Takaran penggunaannya setara dengan ekstrak vanili, namun perlu diperhatikan bahwa pasta vanili dapat memengaruhi warna akhir pada makanan.

            5. Gula vanili

            Gula vanili dapat digunakan sebagai pengganti gula biasa untuk memberikan aroma vanili yang lembut. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan takaran gula dalam resep tanpa perlu penyesuaian tambahan.

            Sumber: Liputan6.com

            (naf/khos)