PURWOKERTO, ifakta.co – Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) diperkirakan berasal dari kepulauan di Samudra Pasifik dan kemudian menyebar luas ke wilayah Asia Selatan hingga Malesia, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina, serta sampai ke Madagaskar. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman budidaya purba yang mudah tumbuh di iklim tropis.
Komposisi Alami dan Nutrisi Daun Pandan
Dalam setiap 100 gram pandan terkandung sekitar 321 kalori sebagai sumber energi, dengan protein sebesar 2,2 gram serta karbohidrat mencapai 78 gram. Selain itu, pandan juga mengandung serat sebanyak 3,5 gram yang berperan dalam mendukung kesehatan pencernaan.
Iklan
Dari sisi vitamin, pandan kaya akan vitamin A dengan kadar sekitar 390–724 mikrogram, disertai tiamin atau vitamin B1 sebesar 0,04 miligram dan vitamin C sebanyak 2 miligram. Mineral yang terkandung di dalamnya pun cukup beragam, antara lain kalsium sebesar 134 miligram, fosfor 108 miligram, serta zat besi mencapai 5,7 miligram.
Tak hanya itu, pandan juga mengandung berbagai senyawa bioaktif khas tumbuhan yang bersifat antioksidan, seperti isoflavon, alkaloid, glikosida, dan senyawa fenolik, yang berpotensi membantu melindungi tubuh dari dampak radikal bebas.
Khasiat Daun Pandan bagi Kesehatan
1.Menangkal Dampak Radikal Bebas
Daun pandan mengandung flavonoid dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa ini membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas berlebih yang dapat memicu stres oksidatif. Asupan minuman dengan kandungan antioksidan dipercaya mendukung daya tahan tubuh serta menjaga sel dari kerusakan.
2. Berpotensi Mendukung Kesehatan Mata
Kandungan vitamin A dan antioksidan dalam daun pandan bermanfaat untuk menjaga fungsi penglihatan. Zat ini membantu melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.
3. Membantu Relaksasi dan Kualitas Tidur
Aroma khas pandan dikenal memberikan efek menenangkan. Mengonsumsi air rebusan daun pandan sebelum beristirahat dapat membantu tubuh terasa lebih rileks dan mendukung tidur yang lebih nyenyak. Efek ini umumnya dikaitkan dengan manfaat aromaterapi alami, bukan kerja zat kimia tertentu.
4. Mendukung Fungsi Pencernaan
Daun pandan mengandung serat serta fitokimia yang diyakini membantu menjaga kenyamanan sistem pencernaan. Minuman rebusan pandan yang dikonsumsi hangat sering dipercaya membuat tubuh terasa lebih ringan.
5. Membantu Mengontrol Tekanan Darah
Dalam praktik pengobatan tradisional, rebusan daun pandan kerap dimanfaatkan untuk membantu menjaga tekanan darah, khususnya pada kasus hipertensi ringan. Kandungan antioksidan di dalamnya dipercaya berperan dalam melancarkan sirkulasi darah.
6. Meredakan Nyeri Sendi Ringan
Sebagian masyarakat menggunakan air rebusan atau kompres daun pandan untuk membantu mengurangi pegal dan nyeri sendi ringan. Manfaat ini dikaitkan dengan kandungan antiinflamasi alaminya.
7. Menyegarkan Napas dan Menjaga Kesehatan Mulut
Senyawa antibakteri dalam daun pandan dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Oleh karena itu, rebusan pandan terkadang dimanfaatkan sebagai penyegar napas alami. Meski demikian, perannya tetap hanya sebagai pelengkap kebersihan mulut, bukan pengganti perawatan gigi rutin.
8. Berpotensi Menjaga Kesehatan Kulit
Secara tradisional, air rebusan daun pandan digunakan untuk membantu meredakan gatal atau iritasi ringan pada kulit. Kandungan antimikroba dan antiinflamasi di dalamnya diyakini berkontribusi dalam menjaga kesehatan kulit.
Cara Konsumsi yang Dianjurkan
Untuk memperoleh manfaat rebusan daun pandan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan daun pandan dicuci bersih sebelum direbus guna menghilangkan kotoran, debu, maupun sisa pestisida yang mungkin menempel.
- Gunakan takaran secukupnya, yakni sekitar 2–3 lembar daun pandan yang direbus dengan kurang lebih 3 gelas air hingga menyusut menjadi sekitar 2 gelas.
- Konsumsi sebaiknya dibatasi, cukup 1–2 gelas per hari, agar tidak memicu keluhan seperti mual atau gangguan pada sistem pencernaan.
- Air rebusan daun pandan tidak dianjurkan sebagai pengganti obat medis, terutama bagi penderita penyakit kronis yang memerlukan pengobatan dokter.
Meski umumnya aman jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, keamanan rebusan daun pandan untuk penggunaan jangka panjang masih belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Apabila setelah mengonsumsinya muncul keluhan seperti pusing, mual, atau reaksi gatal pada kulit, sebaiknya segera hentikan penggunaannya dan periksakan diri ke tenaga medis.
Sumber: Alodokter.com, Hallosehat.com
(naf/kho)



