PURWOKERTO, ifakta.co – Serai (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman asli kawasan Asia Tenggara yang tumbuh alami di wilayah Sri Lanka dan India bagian selatan. Sejak ratusan tahun lalu, serai telah dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bahan pengobatan tradisional, seperti teh penurun demam dan pengusir nyamuk alami, serta sebagai bahan dasar parfum.
Budidaya serai secara komersial pertama kali berkembang di Sri Lanka dan India, kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis di dunia. Hingga kini, serai dikenal sebagai rempah penting dalam dunia kuliner sekaligus bahan utama dalam industri minyak atsiri.
Komposisi Alami dan Nutrisi Serai
Iklan
Dalam satu ons (±28 gr) serai terkandung berbagai zat gizi, antara lain 30 kalori, 1 gr protein, 0 gr lemak, 7 gr karbohidrat, 0 gr serat dan 0 gr gula.
Selain itu, serai juga mengandung sejumlah mineral dan vitamin penting, seperti zat besi, kalsium, dan vitamin C. Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah serta membantu proses pengangkutan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Khasiat Serai bagi Kesehatan
- Mengatasi gangguan pencernaan
Sejak lama, serai dipercaya bermanfaat untuk meredakan masalah pencernaan, seperti diare, sakit perut, kram perut, hingga tukak lambung. Khasiat ini berasal dari sifat antibakterinya yang mampu melawan Escherichia coli serta membantu memperlambat pergerakan usus saat diare.
- Menjaga kesehatan mulut dan gigi
Serai memiliki sifat antimikroba yang mampu membantu mencegah infeksi mulut dan gigi berlubang. Kandungan alaminya diketahui efektif melawan bakteri Streptococcus mutans, salah satu penyebab utama kerusakan gigi.
- Mencegah dan mengatasi infeksi jamur
Serai bersifat antijamur sehingga efektif membantu melawan infeksi jamur pada kulit, seperti kurap dan kutu air. Penggunaan minyak esensial serai secara topikal dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi.
- Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
Kandungan kalium, saponin, dan antioksidan dalam serai berperan dalam membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah dapat menurun. Selain itu, konsumsi ekstrak serai juga diketahui bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.
- Mengurangi stres dan menurunkan risiko penyakit kronis
Aromaterapi serai diketahui mampu membantu tubuh menjadi lebih rileks, mengurangi kecemasan, serta mempercepat pemulihan dari stres. Selain itu, kandungan sitral dalam serai juga berpotensi membantu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Meredakan sakit kepala dan migrain
Minyak serai dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi sakit kepala dan migrain. Kandungan eugenol di dalamnya diketahui memiliki efek pereda nyeri yang mirip dengan aspirin.
- Menjaga kesehatan jantung
Serai mengandung antioksidan, termasuk quercetin, yang membantu melawan peradangan dan radikal bebas. Peran ini penting dalam mencegah penyumbatan pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung dan aterosklerosis.
- Meredakan nyeri sendi dan peradangan
Penggunaan minyak serai secara rutin pada area yang nyeri dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri akibat rheumatoid arthritis. Efek ini dirasakan seiring pemakaian berkelanjutan.
Cara Konsumsi yang Dianjurkan
Serai dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan dengan berbagai cara sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi teh herbal. Potongan serai yang telah digeprek atau diiris tipis direbus dengan air hingga mendidih, lalu disaring dan dapat ditambahkan madu sebagai pemanis alami. Teh serai sebaiknya dikonsumsi cukup satu cangkir per hari.
Selain sebagai minuman, serai juga banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Batang serai yang dimemarkan dapat ditambahkan ke berbagai hidangan untuk memberikan aroma dan cita rasa khas.
Serai juga dimanfaatkan dalam bentuk aromaterapi. Minyak serai dapat dicampurkan terlebih dahulu dengan minyak pelarut, seperti minyak kelapa atau minyak jojoba, atau diteteskan pada kain maupun diffuser. Penggunaan minyak serai tidak dianjurkan langsung pada kulit tanpa pengenceran.
Untuk perawatan kulit, serai yang dihaluskan dapat digunakan sebagai masker alami untuk membantu mengatasi jerawat. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi serai tidak boleh berlebihan. Mengonsumsi lebih dari satu cangkir teh serai per hari berpotensi menimbulkan efek samping, seperti pusing, mulut kering, mudah lelah, sering buang air kecil, hingga meningkatnya nafsu makan.
Jika menggunakan minyak serai sebagai minyak oles, hindari mengaplikasikannya langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi. Minyak serai juga tidak boleh dioleskan pada luka terbuka dan tidak dianjurkan untuk dihirup secara langsung.
Perlu diingat, serai tidak disarankan sebagai pengganti pengobatan medis yang sedang dijalani. Apabila ingin memanfaatkan serai sebagai terapi pendamping, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari kemungkinan interaksi obat atau efek samping yang tidak diinginkan.
Sumber: Alodokter.com dan dinkes.jogjaprov.go.id
(naf/kho)



