PURWOKERTO, ifakta.co – Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Selatan, terutama wilayah India. Sejak ribuan tahun lalu, kunyit telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Ayurveda, sebagai bumbu masakan, pewarna alami, hingga bagian dari ritual budaya.

Melalui jalur perdagangan rempah, penggunaan kunyit kemudian menyebar ke berbagai wilayah, seperti Tiongkok, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Rempah ini kerap dijuluki sebagai “emas India” karena warna kuning khasnya serta manfaatnya yang beragam dan bernilai tinggi.

Komposisi Alami dan Nutrisi Kunyit

Iklan

Dalam setiap 100 gr kunyit, terdapat berbagai zat gizi penting yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan tersebut meliputi sekitar 9 gr karbohidrat, 2 gr protein, 405 mg kalium, 78 mg fosfor, 24 mg kalsium, 3 mg zat besi, serta 1 mg vitamin C.

Tak hanya kaya nutrisi, kunyit juga mengandung senyawa aktif yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba, sehingga berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh.

Khasiat Kunyit bagi Kesehatan

  • Menurunkan kadar kolesterol

    Konsumsi kunyit diketahui dapat membantu menekan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Dengan kadar kolesterol yang lebih terkontrol, risiko penyakit seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit arteri perifer dapat diminimalkan.

    • Meringankan gangguan menstruasi

    Beberapa studi menyebutkan bahwa suplemen yang mengandung kurkumin dapat membantu meredakan gejala sindrom pramenstruasi (PMS) serta mengurangi kram yang sering muncul saat menstruasi.

    • Menjaga kesehatan jantung

    Kunyit membantu membuat dinding pembuluh darah lebih rileks dan elastis, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, sifat antioksidan dan antiinflamasi pada kunyit berperan dalam mencegah penumpukan plak serta pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis.

    • Meningkatkan kesehatan kulit

    Kandungan antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan pada kunyit bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Kunyit juga diketahui dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dengan mengurangi peradangan pada kulit.

    • Meredakan nyeri sendi

    Osteoarthritis dapat menyebabkan sendi terasa nyeri, kaku, dan kurang fleksibel. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kunyit mampu membantu mengurangi nyeri sendi karena memiliki efek antiradang dan pereda nyeri. Bahkan, efektivitasnya disebut hampir setara dengan ibuprofen dalam meredakan gejala osteoarthritis.

    • Mengatasi masalah pencernaan

    Kurkumin dalam kunyit terbukti efektif membantu meredakan gangguan saluran cerna, seperti irritable bowel syndrome (IBS), dispepsia, tukak lambung, hingga pankreatitis. Selain itu, kunyit juga kerap dimanfaatkan sebagai alternatif herbal untuk meningkatkan nafsu makan.

    • Meringankan gejala depresi

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kunyit dapat membantu mengurangi gejala depresi. Kandungan kurkumin di dalamnya diketahui dapat meningkatkan efektivitas kerja obat antidepresan.

    • Mengontrol gula darah

    Kunyit berperan dalam melawan peradangan serta menjaga kestabilan kadar gula darah. Kandungan kurkumin juga dapat mencegah resistensi insulin yang berkaitan dengan diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, hingga PCOS. Karena itu, kunyit sering dimanfaatkan sebagai herbal pendukung pengelolaan diabetes.

    • Membantu mencegah kanker

    Kurkumin memiliki sifat antiinflamasi yang mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Selain itu, senyawa ini juga dapat mencegah angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru yang menunjang pertumbuhan tumor.

    Cara Konsumsi yang Dianjurkan

    Rimpang kunyit segar dapat diolah menjadi minuman dengan cara direbus atau diparut lalu diseduh menjadi jamu. Kunyit juga umum digunakan sebagai bumbu masakan, seperti pada sup, tumisan, atau kari. Selain itu, kunyit tersedia dalam bentuk bubuk, kapsul, maupun ekstrak yang dikonsumsi sebagai suplemen.

    Agar penyerapan kurkumin lebih optimal, kunyit sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat atau dikombinasikan dengan lada hitam.

    Meski bermanfaat, konsumsi kunyit tetap perlu dibatasi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan, serta disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama bagi ibu hamil, penderita gangguan lambung, atau yang sedang mengonsumsi obat tertentu.

    Sumber: Alodokter.com

    (naf/kho)