JAKARTA, ifakta.co – Polemik terkait program undian Hanania Vaganza Jilid 3 menjadi perhatian masyarakat. Pemenang mengaku hingga kini belum menerima hadiah yang dijanjikan, meski nama mereka telah diumumkan secara resmi dalam materi promosi.

Dalam poster yang beredar, program tersebut menawarkan berbagai hadiah menarik, mulai dari satu unit sepeda motor hingga televisi pintar (Smart TV). Namun, realisasi penyerahan hadiah diduga tak kunjung dilakukan.

Salah satu pemenang yang berhak atas hadiah utama berupa satu unit motor mengaku kecewa. Ia menyebut telah berulang kali mencoba menghubungi pihak Hanania Group melalu pesan singkat di nomor 0821.2397.xxxx namun hingga saat ini tidak mendapat Jawaban.

Iklan

Konsumen mempertanyakan komitmen penyelenggara dalam menjalankan program undian tersebut, yang sebelumnya dipromosikan secara luas kepada masyarakat. Pertanyaan sederhana, lalu siapa yang bertanggung jawab?

“Saya sudah coba konfirmasi berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Seolah-olah pihak Hanania membisu dan seolah lepas dari tanggung jawab,” jelas sumber.

Masih menurut sumber. “Hadiah undian tersebut saya dapat lantaran sebelumnya saya berserta keluarga menjalankan ibadah umroh menggunakan travel dari Hanania dan hingga akhirnya saya memperloleh hadiah tersebut,” ujar sumber kepada ifakta.co (2/4).

Situasi ini semakin menambah sorotan terhadap Hanania Group, yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Selain persoalan undian, perusahaan tersebut juga di gadang-gadang gagal memberangkatkan jamaah, seperti unggahan video konsumen yang beredar di media sosial.

Sejumlah pihak kini mulai mempertanyakan transparansi dan kredibilitas perusahaan tersebut, termasuk siapa sosok pemilik di balik Hanania Group yang hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai polemik yang muncul.

Pengamat menilai, jika benar terjadi kelalaian atau wanprestasi, maka hal ini berpotensi melanggar ketentuan perlindungan konsumen. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap program undian maupun penawaran yang belum jelas legalitas dan realisasinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Hanania Group terkait keterlambatan penyerahan hadiah maupun isu lain yang berkembang di tengah masyarakat. (AMN)