YOGYAKARTA, ifakta.co – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional dengan menyelenggarakan Design Thinking Workshop 2026.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Hochschule Hannover, Jerman, yang dirancang sebagai ruang pembelajaran lintas budaya berbasis kreativitas dan inovasi.
Workshop yang dijadwalkan berlangsung pada 4–13 Mei 2026 di kampus ISI Yogyakarta ini menghadirkan fasilitator internasional, Prof. Dr. (HC) Gunnar Spellmeyer, seorang pakar desain dari Hochschule Hannover.
Iklan
Selama sembilan hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan teori dan praktik design thinking.
Selain sesi pembelajaran di kelas, peserta juga akan diajak melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah komunitas inklusif serta galeri seni di Yogyakarta.
Kegiatan itu bertujuan untuk memperkaya perspektif sekaligus membangun kepekaan sosial melalui pendekatan desain berbasis empati.
Program ini tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang interaksi global melalui kolaborasi dengan mahasiswa internasional. Pendekatan design thinking yang diterapkan menitikberatkan pada kemampuan pemecahan masalah secara kreatif dan inovatif, yang dinilai penting dalam pengembangan industri kreatif masa depan.
Sebagai bagian dari implementasi konsep Kampus Berdampak, ISI Yogyakarta menghadirkan workshop ini untuk mendorong mahasiswa agar mampu merespons berbagai isu sosial melalui solusi desain yang inklusif. Kegiatan kunjungan ke panti asuhan dan ruang seni menjadi bagian integral dalam membangun sensitivitas sosial peserta.
Pendaftaran program dibuka mulai 25 Maret hingga 5 April 2026, dengan proses seleksi yang dijadwalkan pada 8 April 2026. Workshop ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif ISI Yogyakarta dari Program Studi Desain Interior, Desain Produk, Desain Komunikasi Visual, dan Desain Media, minimal semester empat.
Adapun kriteria peserta meliputi kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, kemampuan bekerja sama dalam tim, kepercayaan diri, serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan kuota yang terbatas, program ini menjadi kesempatan eksklusif bagi mahasiswa terpilih untuk meningkatkan kapasitas dan pengalaman internasional.
Melalui penyelenggaraan Design Thinking Workshop 2026, ISI Yogyakarta terus memperluas jejaring global sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan seni.
Kolaborasi dengan Hochschule Hannover menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan dinamika perkembangan global.
(naf/kho)



