JAKARTA, ifakta.co – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menandatangani Collaboration Agreement dengan Malaysia Innovation, Invention, and Creativity Association (MIICA).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andi Hadiyanto, di ruang VIP Gedung Rektorat Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 13 Maret 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi UNJ untuk terlibat dalam penyelenggaraan ajang International World Competition yang akan mempertemukan peserta dari berbagai negara.

Iklan

Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ, Sri Rahayu, menjelaskan bahwa penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kompetisi internasional tersebut. Dalam kegiatan ini, UNJ akan berperan sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara.

Sri Rahayu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 7 Juni 2026. Ajang ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.500 hingga 1.700 peserta yang akan berkumpul di kampus UNJ.

“Kategori kompetisinya akan lebih ke innovation Challenge mulai jenjang TK hingga Perguruan Tinggi. Selain itu juga ada kegiatan SDG`s Workshop dimana hingga hari ini sudah ada 180 tim terdaftar dimana satu tim terdiri sekitar 6 orang.” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala internasional ini tentu menghadirkan sejumlah tantangan, terutama terkait penyediaan ruangan dengan kapasitas besar serta kebutuhan sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung jalannya acara.

Meski demikian, pihak UNJ berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar sekaligus membawa dampak positif bagi reputasi universitas di tingkat internasional.

Sri Rahayu juga menyampaikan bahwa UNJ akan mengikutsertakan 10 mahasiswa sebagai peserta dalam kompetisi tersebut. Para mahasiswa yang terlibat nantinya akan melalui proses seleksi terlebih dahulu.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi UNJ, mulai dari peningkatan reputasi internasional, peluang bagi dosen untuk terlibat sebagai juri, hingga kesempatan bagi mahasiswa untuk meraih prestasi di tingkat global.

“Jadi kegiatan ini tentu membangun reputasi UNJ, rekognisi bagi para dosen UNJ serta prestasi mahasiswa dan income generating bagi UNJ,” ungkapnya.

Melalui kerja sama dengan MIICA, Universitas Negeri Jakarta menilai bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan eksposur internasional bagi sivitas akademika.

Dengan penyelenggaraan kegiatan yang akan melibatkan ribuan peserta dari berbagai negara, UNJ tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi inovasi, kreativitas, serta pertukaran gagasan lintas negara.

Universitas berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat posisi UNJ di tingkat global, membuka peluang kolaborasi akademik dan riset yang lebih luas, serta mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus berprestasi dalam ekosistem inovasi internasional.

(naf/kho)