BANYUMAS, ifakta.co – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan berwawasan global dengan menyelenggarakan Summer Course on Sustainable Development Program: Engineering Pathways to Zero Hunger.
Kegiatan itu berlangsung secara daring selama lima hari, pada 9–13 Maret 2026, dan melibatkan mahasiswa serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen FT UB dalam mendorong internasionalisasi pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara untuk menghadapi berbagai tantangan global, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Iklan
Sebanyak 22 mahasiswa mengikuti kegiatan ini yang berasal dari tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Brawijaya dengan 15 mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin, Teknik Industri, serta Perencanaan Wilayah dan Kota, kemudian Universiti Sains Islam Malaysia dengan 20 mahasiswa, serta University of Miyazaki Jepang yang mengirimkan dua mahasiswa.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran intensif yang membahas isu strategis terkait sistem pangan berkelanjutan.
Materi yang diberikan mencakup smart value chain, pemanfaatan Internet of Things (IoT), green manufacturing, business model canvas, hingga feasibility analysis yang difokuskan pada pengembangan industri pangan skala kecil agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Ketua International Relations Office (IRO) FT UB, Dadang Meru Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencari solusi terhadap persoalan ketahanan pangan dunia.
“Program ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga wadah kolaborasi internasional yang memungkinkan mahasiswa saling bertukar gagasan dan perspektif mengenai solusi teknologi untuk ketahanan pangan,” kata Dadang Meru Utomo, seperti dalam laman UB (13/3).
Ia menambahkan, penyelenggaraan program ini juga dilatarbelakangi oleh pentingnya peran industri pangan skala kecil dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Meski memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan teknologi, rendahnya efisiensi produksi, serta minimnya penerapan praktik ramah lingkungan.
Melalui program ini, peserta diajak memahami bagaimana inovasi teknologi dan rekayasa dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.
Penerapan teknologi digital tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat transparansi rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.
Selain mengikuti kuliah dan diskusi, para peserta juga mengerjakan sejumlah tugas serta studi kasus yang berkaitan dengan pengembangan sistem pangan berkelanjutan. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, baik secara teoritis maupun praktis, dalam merancang solusi teknologi di sektor pangan.
Melalui kegiatan ini, FT UB berharap dapat memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa di bidang teknik dan rekayasa.
Kolaborasi antara Universitas Brawijaya, Universiti Sains Islam Malaysia, dan University of Miyazaki diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama akademik yang lebih luas di masa mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, Moh. Agus Choiron, Dr. Sebrian Mirdiekis Beselly Putra, Dr. Chairul Maulidi, serta Dadang Meru Utomo, Mereka memaparkan berbagai inovasi teknologi, pengelolaan rantai pasok, serta pengembangan model bisnis yang relevan bagi industri pangan berkelanjutan.
(naf/kho)



