JAKARTA, ifakta.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan siap menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg jika Teheran terus mengganggu kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kini mulai mengguncang pasar energi global.
Melalui unggahan di media sosial, Trump mengklaim militer Amerika telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Pulau Kharg, wilayah yang menjadi pusat ekspor minyak terbesar Iran.
Iklan
Pulau tersebut memiliki peran vital karena menjadi terminal pengiriman sekitar 90 persen ekspor minyak Iran ke pasar internasional.
Meski demikian, Trump menegaskan serangan tersebut tidak menyasar langsung fasilitas minyak di pulau tersebut. Ia memperingatkan bahwa keputusan itu bisa berubah jika Iran tetap mengganggu jalur pelayaran internasional.
“Jika Iran atau pihak mana pun mencoba mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tulis Trump dikutip dari Reuters, Sabtu (14/3).
Iran Menolak Menyerah
Dalam pernyataan lainnya, Trump menyebut Iran tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan Amerika Serikat.
Ia bahkan mendesak militer Iran untuk menghentikan perlawanan dan menyerah.
Namun hingga kini Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan tunduk terhadap tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Media Iran melaporkan bahwa militer negara tersebut memperingatkan akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas minyak atau energi mereka dengan menyerang infrastruktur milik perusahaan energi yang bekerja sama dengan Amerika di kawasan tersebut.
Ledakan di Pulau Kharg



