BANYUMAS, ifakta.co – Kegiatan Tadarus Sastra digelar oleh Yayasan Sarayu Panawera bersama Sanggar Seni Samudera di Warkop Bahenol, Purwokerto, pada Jumat (13/3) malam.

Acara itu dihadiri oleh seniman, sastrawan, pujangga muda, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti berbagai penampilan seni yang ditampilkan sepanjang malam.

Tadarus Sastra menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni dan penikmat sastra untuk mengekspresikan karya serta merayakan kreativitas dalam suasana yang hangat.

Iklan

Beragam penampilan ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari baca puisi, monolog, pantomim, baca geguritan, macapat, tari, hingga pertunjukan musik dan nyanyian.

Perwakilan Dewan Kesenian Banyumas, Bambang Widodo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya acara Tadarus Sastra. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga dan menumbuhkan kehidupan sastra di Banyumas.

“Acara ini adalah mimpi dari masing-masing diri kita untuk memberi pupuk guna menyuburkan kesastraan di Banyumas,” ujarnya dalam sambutan.

Acara ini juga menarik perhatian masyarakat umum yang datang untuk menyaksikan maupun berpartisipasi dalam panggung sastra tersebut. Salah satunya Sisya, yang mengaku mengetahui kegiatan ini melalui media sosial Instagram.

“Saya suka membaca puisi sejak dulu. Kalau ada acara panggung seperti ini, saya senang ikut. Malam ini karena temanya religi, saya membacakan ‘Doa Para Pelaut yang Tabah’ karya Sapardi,” tuturnya.

Selain itu, sastrawan Banyumas Jarot C turut tampil dengan membacakan karya puisinya di hadapan para penonton. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pandangannya mengenai makna religius dalam karya sastra.

“Religi bukan berarti harus ada nama Tuhan di dalamnya. Apa pun yang kita baca selalu memiliki sambungan dengan Yang Maha Esa, karena sastra bukan hanya tentang kata-kata yang ada di dalamnya, tetapi juga bagaimana kita memaknainya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap Tadarus Sastra dapat terus menjadi ruang berkesenian yang mempertemukan seniman, sastrawan, dan masyarakat.

Selain menjadi panggung ekspresi kreatif, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem sastra di Banyumas agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

(naf/kho)