Ia menyarankan masyarakat untuk menyusun daftar kebutuhan utama, seperti biaya transportasi mudik, kebutuhan makanan selama Lebaran, serta oleh-oleh untuk keluarga.

“Kalau kalian punya pemasukan tambahan, yang boleh dipakai hanya sekitar 70 persen untuk kebutuhan lebaran. Sementara, sisanya bisa disimpan untuk kebutuhan tidak terduga. Kalian bisa mulai dengan mencatat kebutuhan lebaran apa saja, lalu pisahkan anggaran kebutuhan lebaran dari rekening utama agar pengeluaran lebih terkontrol,” tegasnya.

Di akhir, Tika mengingatkan bahwa makna Idulfitri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan konsumsi, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki guna membantu keluarga maupun orang lain yang membutuhkan.

Iklan

“Rezeki yang kita miliki itu kan bukan hanya untuk diri kita sendiri, sebagiannya adalah titipan yang bisa kita gunakan untuk membantu orang yang lebih membutuhkan. Dengan begitu, perayaan lebaran ini menjadi lebih bermakna dan berharga,” pungkasnya.

(naf/kho)