SURABAYA, ifakta.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat biasanya meningkatkan konsumsi untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari membeli pakaian baru, kue kering, hingga menyiapkan perlengkapan mudik.
Selain itu, tradisi seperti halal bihalal, reuni, dan silaturahmi keluarga besar juga membuat pengeluaran rumah tangga meningkat dibandingkan hari biasa.
Menanggapi fenomena tersebut, Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Tika Widiastuti, menilai bahwa peningkatan konsumsi menjelang hari besar merupakan hal yang wajar.
Iklan
Hal ini terjadi karena masyarakat menjalankan berbagai aktivitas yang tidak ditemui pada hari-hari biasa.
Menurut Prof Tika, sejumlah tradisi khas Idulfitri seperti mudik, halal bihalal, hingga pertemuan keluarga membuat kebutuhan pengeluaran masyarakat meningkat.
Berbagai kegiatan tersebut mendorong masyarakat membeli berbagai kebutuhan, seperti pakaian baru, kue kering, serta menyiapkan hidangan untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.
“Konsumsi tidak selalu bersifat konsumtif. Kalau dari perspektif ekonomi, perilaku konsumtif terjadi ketika seseorang membeli sesuatu bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan keinginan. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh tren, keinginan untuk meningkatkan status sosial, atau sekadar mengikuti ajakan lingkungan,” jelasnya seperti dalam laman Unair, Sabtu (14/3).
Prof Tika menambahkan, salah satu kesalahan finansial yang kerap terjadi menjelang hari besar adalah tidak memprioritaskan kebutuhan utama.
Dalam praktiknya, banyak masyarakat yang langsung memenuhi berbagai kebutuhan tanpa mempertimbangkan urutan prioritas.
“Kalau di ekonomi islam, kebutuhan terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu dharuriyah (kebutuhan pokok), hajiyah (kebutuhan penunjang), dan tahsiniyah (kebutuhan pelengkap). Kesalahannya itu adalah cenderung pada pemenuhan atau pemuasan keinginan. Karena, yang disebut keinginan itu apabila itu dipenuhi sebenarnya biaya yang dikeluarkan itu tidak sebanding dengan benefitnya,” imbuhnya.
Untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan, Prof Tika menekankan pentingnya perencanaan keuangan sebelum memasuki masa Lebaran.



