BANYUMAS, ifakta.co – Dua mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Muhammad Tsaqib Khairullah dan Risca Nur Rahmawati, berhasil meraih kesempatan melanjutkan studi magister (S-2) di University of Toyama, Jepang.

Keduanya dinyatakan diterima meskipun saat ini masih menempuh pendidikan S-1 semester tujuh di Unsoed.

Peluang tersebut bermula dari informasi mengenai seleksi program magister di University of Toyama yang disampaikan oleh Prof. Jing melalui dosen Kimia Unsoed, Roy Andreas, Prof. Jing diketahui menjadi pembimbing bagi dua mahasiswa S-2 yang merupakan alumni Kimia Unsoed di universitas tersebut.

Iklan

Sementara itu, Roy Andreas juga merupakan alumni University of Toyama yang berperan menjembatani hubungan akademik antara Unsoed dan perguruan tinggi di Jepang tersebut.

Ketertarikan untuk melanjutkan studi ke Jepang sebenarnya telah lama dimiliki oleh Tsaqib dan Risca.

Ketika kesempatan seleksi dibuka, keduanya langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh tahapan yang ditentukan, mulai dari seleksi administrasi hingga presentasi rencana penelitian atau research plan.

“Sebelumnya memang dari saya pribadi ada keinginan untuk melanjutkan studi S-2, terutama di Jepang, mengikuti jejak alumni yang sudah lebih dahulu berangkat,” ujar Tsaqib dalam laman UGM (11/3).

Dalam proses persiapan seleksi, Tsaqib dan Risca menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk menyusun proposal research plan.

Penyusunan proposal tersebut dilakukan dengan pendampingan dari alumni Kimia Unsoed yang saat ini sedang menempuh studi di University of Toyama, yakni Kia dan Mike.

Pada tahap administrasi, keduanya tetap dapat mengikuti proses seleksi meskipun belum menyelesaikan studi S-1. Sebagai pengganti ijazah, mereka melampirkan dokumen expected graduation letter yang menyatakan perkiraan waktu kelulusan.

Tahap berikutnya adalah presentasi rencana penelitian yang dilakukan dalam bahasa Inggris di hadapan para penguji.

Selain memaparkan rencana riset yang akan dilakukan, mereka juga harus menjawab sejumlah pertanyaan terkait proposal penelitian yang diajukan.

Upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Pada awal Februari 2026, Tsaqib dan Risca menerima pemberitahuan resmi melalui surat elektronik bahwa mereka diterima sebagai mahasiswa program magister di University of Toyama.

“Alhamdulillah, di awal Februari 2026 kemarin saya mendapat email dari University of Toyama bahwa saya diterima sebagai mahasiswa S-2,” ungkap Tsaqib.

Melalui studi magister tersebut, keduanya berencana mendalami bidang biogeokimia serta mengembangkan keilmuan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Mereka juga berharap kesempatan ini menjadi langkah awal untuk membangun karier akademik dan profesional di tingkat internasional.

(naf/kho)