YOGYAKARTA, ifakta.co – Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Tim mahasiswa Program Studi Teater yang menamakan diri Tim “Cihuy” berhasil meraih Juara II dalam Lomba Debat Biotik IX yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Senin (10/3).

Dikutip dari rilis ISI Yogakarta, kompetisi debat ilmiah ini mengusung tema “Biodiversity: Nature’s Legacy, Our Responsibility”, yang menyoroti pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menegaskan tanggung jawab manusia terhadap kelestarian lingkungan.

Iklan

Ajang tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan format Asian Parliamentary Debate, yang menuntut kemampuan analisis kritis, penyusunan argumentasi ilmiah, serta keterampilan komunikasi yang efektif.

Delegasi ISI Yogyakarta dalam kompetisi ini terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Teater, yakni David Widi Nugroho, Fiora Alicia, dan Rolla Liza Rahmadano. Ketiganya mampu menampilkan performa debat yang solid dan argumentatif sehingga berhasil melaju hingga babak final dan meraih posisi kedua.

Pada babak final, para peserta dihadapkan pada sejumlah mosi strategis yang berkaitan dengan isu lingkungan dan pembangunan nasional. Tim ISI Yogyakarta mendapatkan mosi “Dewan ini akan membuka lahan di Kalimantan dalam rangka pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)” dengan posisi sebagai tim pro.

Melalui argumentasi yang komprehensif, tim menyampaikan pandangan kritis mengenai keterkaitan antara pembangunan nasional, pengelolaan lingkungan, serta dampak sosial dan ekologis yang dapat muncul dari kebijakan tersebut.

Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa ISI Yogyakarta tidak hanya unggul dalam bidang seni dan kreativitas, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas intelektual dalam merespons berbagai isu strategis lintas disiplin, termasuk persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Ajang debat ilmiah seperti ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, dan kerja sama tim dalam menghadapi persoalan global yang semakin kompleks.

Selain mengikuti kompetisi debat, para peserta juga terlibat dalam kegiatan Reptile Exhibition yang menjadi bagian dari rangkaian acara Lomba Debat Biotik IX.

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan berinteraksi langsung dengan berbagai jenis satwa, seperti ular dan bearded dragon, sekaligus memperoleh pengetahuan lebih mendalam mengenai konservasi satwa dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Pengalaman edukatif ini turut memperkaya pemahaman peserta tentang hubungan antara manusia, ekosistem, dan keberlanjutan lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui closing ceremony yang digelar di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Acara penutupan tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni berupa tarian dan nyanyian yang merepresentasikan harmoni antara ilmu pengetahuan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Prestasi yang diraih Tim “Cihuy” menjadi bukti bahwa mahasiswa ISI Yogyakarta mampu berkontribusi dalam berbagai forum akademik nasional. Tidak hanya di bidang seni, mereka juga aktif dalam diskursus ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu strategis global.

(naf/kho)