YOGYAKARTA, ifakta.co – Program Studi Antropologi, Arkeologi, dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat pertama di tingkat nasional.

Capaian tersebut memperkuat posisi FIB UGM sebagai salah satu pusat unggulan pengembangan ilmu humaniora di Indonesia.

Berdasarkan laporan Dekan FIB UGM, Prof. Setiadi, ketiga program studi tersebut tidak hanya unggul di level nasional, tetapi juga menunjukkan daya saing di kancah global.

Iklan

Dalam QS World University Rankings by Subject 2025, Program Studi Antropologi menempati peringkat 101–170 dunia. Sementara itu, Arkeologi dan Antropologi berada pada rentang 151–200 dunia.

Tak hanya itu, lembaga pemeringkat EduRank pada 2025 menempatkan bidang Sastra FIB UGM di posisi pertama dari 68 institusi penyelenggara pendidikan sastra di Indonesia.

Menurut Setiadi, capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang seluruh sivitas akademika.

 “Capaian ini merupakan puncak-puncak dari upaya kerja keras di atas fondasi keilmuan yang telah dibangun oleh para guru kita. Kita patut berterima kasih kepada para sesepuh, warga senior, dan pendiri Fakultas ini,” ujarnya, dikutip dari rilis UGM (4/3).

Keunggulan akademik tersebut turut ditopang oleh produktivitas riset yang meningkat signifikan. FIB UGM menghasilkan 169 judul penelitian lintas disiplin atau mencapai 201 persen dari target awal 84 judul. Angka sitasi publikasi dosen juga melonjak dari 50 sitasi pada 2022 menjadi 381 sitasi pada 2025.

Di bidang publikasi ilmiah, lima jurnal FIB—Deskripsi Bahasa, Bakti Budaya, Lembaran Antropologi, Gama JTS, dan Lembaran Sejarah—berhasil meraih indeksasi internasional Directory of Open Access Journals (DOAJ), memperluas jangkauan kontribusi akademik ke tingkat global.

Internasionalisasi juga menjadi salah satu indikator penguatan kualitas akademik. FIB menerima 150 mahasiswa asing dari berbagai jenjang pendidikan, melampaui target 100 mahasiswa.

Dalam empat tahun terakhir, mahasiswa FIB mencatatkan 23 prestasi internasional, 224 prestasi nasional, serta 48 prestasi regional.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan ketangguhan fakultas dalam menjaga kualitas akademik di tengah berbagai tantangan.

“Sejak berdirinya di tahun 1946, resiliensi, adaptasi, dan inovasi menjadi jawaban atas keteguhan Fakultas Ilmu Budaya dalam menghadapi tekanan segala zaman, tekanan akibat krisis ekonomi ataupun politik dan juga tantangan perubahan zaman. Dan ini membuktikan ketangguhan Fakultas dalam melahirkan alumni dengan karya-karya inovasi yang berdampak bagi negeri,” ujarnya.

Raihan peringkat pertama nasional bagi Program Studi Antropologi, Arkeologi, dan Sastra Inggris menegaskan posisi FIB UGM sebagai institusi humaniora unggulan di Indonesia.

Dengan dukungan riset produktif, publikasi bereputasi, serta jejaring internasional yang kuat, FIB UGM terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan peradaban.

(naf/kho)