TEHERAN, ifakta.co – Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat pada Sabtu (28/02/2026) dini hari di kantornya saat sedang menjalankan tugas. Kabar tersebut disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan resmi yang dirilis kepada media pemerintah.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa pemimpin tertinggi Republik Islam Iran tersebut menghembuskan napas terakhir di tengah situasi keamanan yang memanas menyusul serangkaian serangan yang diklaim melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Iklan
Pada waktu yang hampir bersamaan, kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA) melaporkan bahwa Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, tewas dalam serangan militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di sejumlah titik strategis di Iran.
Serangan tersebut dikabarkan menargetkan fasilitas militer dan pusat komando pertahanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Washington maupun Tel Aviv terkait klaim tersebut.
Situasi Keamanan Mencekam
Kematian sejumlah pejabat tinggi Iran dalam satu rangkaian peristiwa ini memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.
Garda Revolusi Iran dilaporkan meningkatkan status siaga penuh, sementara sistem pertahanan udara di beberapa kota besar, termasuk Teheran, diaktifkan.
Analis geopolitik menilai situasi ini berpotensi memperluas konflik menjadi perang terbuka antarnegara, dengan implikasi besar terhadap stabilitas regional dan global.
(FA/FZA)



