MUARA BADAK, ifakta.co – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gas Alam Badak Satu, Kalimantan Timur, memberikan klarifikasi terkait video viral pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 001 Muara Badak yang memicu perdebatan publik.

Video berdurasi 17 detik tersebut hanya memperlihatkan pembagian kelapa muda utuh kepada siswa. Tayangan itu kemudian memunculkan persepsi bahwa bantuan pemerintah dalam program MBG hanya berupa buah kelapa muda.

Kepala SPPG Dapur Gas Alam Badak Satu, Abdi Nolima, menegaskan bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu yang didistribusikan kepada siswa pada Kamis (5/2/2026).

Iklan

“Video yang beredar tidak menampilkan seluruh menu yang kami distribusikan, sehingga informasi yang diterima publik menjadi tidak utuh dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Abdi di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (17/2/2026).

Dua Paket Menu Sesuai Standar Gizi

Abdi menjelaskan, dalam pendistribusian tersebut terdapat dua jenis paket makanan yang telah disusun sesuai standar pemenuhan gizi.

Paket pertama berupa kudapan atau menu ringan yang berisi kelapa muda utuh, roti abon, telur rebus, dan susu kemasan.

Sedangkan paket kedua merupakan menu utama yang terdiri dari nasi putih, telur masak kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel dan jagung, serta potongan buah semangka.

Menurutnya, video tersebut awalnya diunggah oleh pihak sekolah untuk menunjukkan antusiasme siswa saat menerima bantuan makanan. 

Namun, karena hanya menyoroti pembagian kelapa muda, publik menilai program MBG tidak memenuhi unsur gizi seimbang.

“Ketidaklengkapan narasi visual dalam unggahan awal menjadi faktor utama yang membuat informasi berkembang tidak sesuai fakta di lapangan,” jelasnya.

SPPG Minta Maaf dan Lakukan Evaluasi

Abdi mengakui penggunaan kelapa muda utuh sebagai bagian dari menu memang tidak lazim dalam program MBG. 

Hal ini memicu spekulasi ketika video tersebar tanpa penjelasan detail.

Pihak SPPG pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Timur atas polemik yang berkembang.

SPPG berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perencanaan menu agar ke depan variasi makanan yang disajikan lebih mudah dipahami publik serta tidak menimbulkan salah persepsi.

Evaluasi tersebut juga mencakup strategi komunikasi agar setiap distribusi program pemerintah dapat tersampaikan secara utuh dan transparan. (AMN)