SEMARANG, ifakta.co – Membatasi asupan gula menjadi langkah penting bagi penderita diabetes maupun mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Konsumsi gula berlebih dapat memicu lonjakan kadar gula darah, meningkatkan berat badan, hingga memperbesar risiko penyakit jantung.

Sebagai solusi, berbagai pemanis alami kini banyak digunakan sebagai alternatif gula pasir. Selain menawarkan rasa manis, sebagian di antaranya memiliki kalori lebih rendah dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Berikut enam alternatif gula alami yang bisa dipertimbangkan.

Iklan

1. Stevia

Stevia berasal dari ekstrak daun Stevia rebaudiana. Tingkat kemanisannya jauh lebih tinggi dibanding gula pasir, tetapi tidak mengandung kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah.

Karena karakteristik tersebut, stevia kerap menjadi pilihan utama bagi penderita diabetes dan pelaku diet. Beberapa penelitian juga menunjukkan stevia berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

2. Lo Han Kuo

Lo han kuo atau monk fruit merupakan buah asal Tiongkok selatan yang memiliki rasa sangat manis, bahkan hingga 150–200 kali lebih manis dari gula pasir.

Keunggulannya, pemanis ini bebas kalori dan tidak memengaruhi kadar gula darah. Hal ini membuatnya cocok sebagai alternatif bagi penderita diabetes maupun mereka yang ingin mengurangi asupan kalori.

3. Allulose

Allulose adalah gula alami yang ditemukan dalam buah seperti tin dan kismis. Tingkat kemanisannya sekitar 70 persen dari gula biasa, tetapi kalorinya sangat rendah, hanya sekitar 0,2 kalori per gram.

Allulose tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara signifikan bila dikonsumsi dalam jumlah wajar, sehingga relatif aman untuk pengelolaan berat badan dan kontrol gula darah.

4. Xylitol

Xylitol merupakan pemanis alami yang ditemukan dalam berbagai buah dan sayuran. Rasanya mirip dengan gula pasir, tetapi memiliki kalori lebih rendah dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara tajam.

Selain itu, xylitol dikenal baik untuk kesehatan gigi karena dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.

5. Madu

Madu mengandung antioksidan seperti polifenol yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Dibanding gula pasir, madu memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah.

Meski demikian, madu tetap mengandung kalori, sehingga penggunaannya perlu dibatasi agar tidak berlebihan.

6. Kurma

Kurma memiliki rasa manis alami dan kaya nutrisi, seperti serat, vitamin B6, kalium, serta antioksidan. Buah ini dapat digunakan sebagai pemanis alami dalam smoothies atau makanan penutup.

Kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh, sehingga tidak langsung memicu lonjakan gula darah bila dikonsumsi dalam porsi wajar.

Mana yang Paling Aman?

Untuk penderita diabetes dan program diet, stevia dan lo han kuo termasuk pilihan paling rendah kalori dan tidak memengaruhi gula darah.

Namun, kunci utama tetap pada jumlah konsumsi. Penggunaan pemanis alami tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian dan pola makan seimbang. Mengganti gula dengan alternatif yang lebih tepat dapat menjadi langkah cerdas menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Sumber: alodokter.com

(naf/kho)