XIAMEN, ifakta.co – Pengadilan Rakyat Menengah Kota Xiamen menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan Menteri Kehakiman China, Tang Yijun. Majelis hakim menyatakan Tang terbukti menerima suap senilai 137 juta yuan atau sekitar Rp330 miliar.
Vonis Seumur Hidup dan Penyitaan Aset
Majelis hakim membacakan putusan tersebut pada Senin (2/2). Dalam amar putusan, pengadilan mencabut seluruh hak politik Tang. Negara juga menyita seluruh harta kekayaan Tang untuk kepentingan negara. Aparat penegak hukum terus mengejar sisa uang hasil kejahatan yang belum kembali.
Modus Penyalahgunaan Jabatan
Media pemerintah China menyampaikan bahwa Tang menyalahgunakan jabatan dan pengaruhnya sepanjang 2006 hingga 2022. Dalam periode tersebut, Tang memegang sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Gubernur Provinsi Liaoning dan Menteri Kehakiman China.
Iklan
Tang memanfaatkan kekuasaan untuk membantu sejumlah instansi dan individu. Ia terlibat dalam urusan penawaran saham perdana, pembelian kembali lahan, pengajuan pinjaman bank, serta penanganan perkara hukum.
Pertimbangan Hakim dan Faktor Keringanan
Sebagai imbalan, Tang menerima suap dalam jumlah sangat besar. Majelis hakim menilai tindakan tersebut menimbulkan kerugian luar biasa bagi negara dan masyarakat.
Namun, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah faktor yang meringankan hukuman. Tang mengakui seluruh perbuatannya dan bersikap kooperatif selama proses penyidikan. Ia juga secara sukarela melaporkan praktik suap lain yang sebelumnya belum terungkap.
Tang turut mengembalikan sebagian besar hasil kejahatan kepada negara. Atas dasar pertimbangan tersebut, majelis hakim memilih hukuman penjara seumur hidup dan tidak menjatuhkan hukuman mati.
Jejak Karier Politik Tang Yijun
Tang Yijun berasal dari Provinsi Shandong. Ia memulai karier politiknya pada 1977 dan bergabung dengan Partai Komunis China pada 1985.
Selama puluhan tahun, Tang menempati berbagai jabatan penting di Provinsi Zhejiang. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Komite Kota Ningbo serta memegang posisi strategis di bidang politik dan hukum.
Kejatuhan Karier dan Proses Hukum
Pada awal 2017, Tang berpindah tugas ke Provinsi Liaoning. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi Liaoning dan Gubernur Liaoning hingga 2020. Pemerintah China kemudian mengangkatnya sebagai Menteri Kehakiman.
Karier politik Tang berakhir pada April 2024. Aparat disiplin partai memeriksa Tang atas dugaan pelanggaran serius terhadap disiplin partai dan hukum negara. Enam bulan kemudian, partai memecat Tang dan mencopotnya dari seluruh jabatan publik.
Pada Februari 2025, jaksa mengajukan dakwaan suap terhadap Tang. Pengadilan menggelar sidang terbuka pada 11 September 2025 dan menutup perkara dengan vonis penjara seumur hidup.



