SEMARANG, ifakta.co Festival Durian Gunungpati kembali digelar di Desa Cepoko, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sebagai upaya mengangkat potensi durian lokal sekaligus mendorong perekonomian petani dan pelaku usaha setempat.

Festival Durian Gunungpati tahun ini berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari. Selama pelaksanaan, pengunjung disuguhi beragam rangkaian kegiatan, di antaranya kontes durian unggulan, lomba makan durian, hiburan musik organ tunggal, pertunjukan tari, bazar durian, bazar UMKM, lomba mewarnai untuk anak-anak, serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang melalui berbagai instansi, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta pemerintah kecamatan.

Iklan

Ketua Panitia Festival Durian Gunungpati, Sutardjo, mengatakan festival ini telah rutin diselenggarakan sejak 2014 dan menjadi agenda tahunan di wilayah Gunungpati.

“Acara ini sudah rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2014. Gunungpati sendiri sudah sangat terkenal sebagai sentra durian di Jawa Tengah,” ujar Sutardjo.

Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan festival ini adalah untuk memakmurkan petani dan pedagang durian lokal, yang dampaknya diharapkan dapat dirasakan hingga pelaku UMKM.

“Tujuan utamanya untuk memakmurkan petani dan pedagang durian di Gunungpati, yang nantinya akan berpengaruh pada UMKM lokal. Di sini juga banyak kebun durian dengan jenis yang beragam,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang untuk menikmati suasana festival sekaligus mencicipi berbagai jenis durian lokal.

Salah satu pengunjung, Esha, warga Semarang, mengaku baru pertama kali datang ke Festival Durian Gunungpati bersama keluarganya.

“Saya datang ke sini bareng keluarga. Ini pertama kali datang ke Festival Durian Gunungpati. Tahu informasi acara ini dari kakak saya yang asli warga Gunungpati,” katanya.

Ia menuturkan, awalnya hanya berniat melihat-lihat durian, namun kemudian tertarik mengikuti salah satu kegiatan yang diadakan.

“Awalnya cuma niat datang saja, lihat-lihat durian sama suami dan anak. Ternyata masih ada kuota lomba makan durian. Suami saya ikut, memang tidak menang, tapi lumayan banget. Sepuluh ribu sudah dapat sewadah banyak, kalau beli mungkin bisa sampai lima puluh ribuan,” ujarnya.

Menurut Esha, Festival Durian Gunungpati dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena telah menjadi bagian dari identitas wilayah Gunungpati.

“Ini ikonik banget sama Gunungpati. Menurut saya acaranya keren, semoga ke depannya bisa terus diselenggarakan untuk memajukan UMKM,” pungkasnya.

(naf/kho)