SEMARANG, ifakta.co – Bawang putih (Allium sativum) berasal dari kawasan Asia Tengah, khususnya wilayah yang kini meliputi Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
Tanaman ini dikenal sebagai salah satu komoditas budidaya tertua di dunia, dengan riwayat pemanfaatan lebih dari 7.000 tahun sebagai bumbu masakan, obat tradisional, dan bagian dari praktik budaya. Dari Asia Tengah, bawang putih menyebar ke berbagai peradaban kuno seperti Mesir, India, dan Babilonia, sebelum akhirnya diperkenalkan ke Eropa dan Amerika.
Hingga kini, bawang putih menjadi bahan penting dalam kuliner dan pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia.
Iklan
Komposisi Alami dan Nutrisi Bawang Putih
Dalam setiap 100 gram bawang putih mentah, terkandung sekitar 149 kkal energi, 24,6–28 gram karbohidrat, 6,4–7 gram protein, lemak yang sangat rendah sekitar 0,2–0,3 gram, serta kandungan air sekitar 71 gram.
Bawang putih juga diperkaya dengan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C sebagai antioksidan, vitamin B6 yang berperan dalam fungsi otak dan metabolisme, mangan untuk kesehatan tulang, selenium yang mendukung fungsi tiroid dan sistem imun, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, zat besi, kalium, magnesium, dan tembaga.
Khasiat Bawang Putih bagi Kesehatan
1. Membantu menurunkan kadar kolesterol
Bawang putih diketahui bermanfaat untuk menurunkan kolesterol berkat kandungan allicin yang mampu menghambat pembentukan kolesterol jahat (LDL) di hati. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih secara rutin dapat menurunkan kadar LDL dan kolesterol total, meskipun masih diperlukan riset lanjutan untuk memastikan efektivitasnya.
2. Menjaga kesehatan jantung
Karena mampu mengendalikan kolesterol dan tekanan darah, bawang putih berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Kolesterol yang stabil membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, sementara tekanan darah yang terkontrol mendukung fungsi jantung. Selain itu, bawang putih juga memiliki efek antiplatelet yang membantu mencegah penggumpalan darah.
3. Mengurangi risiko gangguan fungsi otak
Konsumsi bawang putih secara teratur berpotensi menurunkan risiko gangguan otak seperti Alzheimer dan demensia. Tekanan darah dan kolesterol yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di otak, sehingga pengendaliannya membantu menjaga fungsi kognitif dan daya ingat.
4. Membantu mengatasi sakit maag
Studi berskala kecil menunjukkan bahwa suplemen bawang putih dapat membantu mencegah sakit maag, terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Khasiat ini berasal dari allicin yang bersifat antibakteri, meskipun masih diperlukan penelitian lebih besar untuk memastikan keamanannya.
5. Berpotensi mencegah berbagai jenis kanker
Sebagai sumber antioksidan, bawang putih memiliki sifat antikanker yang dapat membantu menurunkan risiko kanker, termasuk kanker lambung. Selain itu, bawang putih juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, usus besar, paru-paru, dan pankreas, meskipun efektivitasnya masih perlu diteliti lebih lanjut.
6. Berpotensi mencegah kanker lambung
Allicin dalam bawang putih juga dinilai mampu membantu mencegah infeksi H. pylori yang berisiko menyebabkan gangguan lambung kronis hingga kanker lambung. Namun, manfaat ini masih membutuhkan pembuktian ilmiah lebih lanjut, terutama terkait dosis dan efek sampingnya.
7. Meredakan flu dan pilek
Bawang putih dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu meredakan flu serta pilek. Kandungan allicin memiliki sifat antivirus yang berpotensi melawan virus penyebab infeksi saluran pernapasan, meski sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji laboratorium.
8. Menurunkan tekanan darah tinggi
Manfaat bawang putih lainnya adalah membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan allicin di dalamnya berperan dalam melemaskan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah, sehingga tekanan darah dapat lebih terkontrol. Meski demikian, hasil optimal tetap perlu didukung dengan gaya hidup sehat.
Cara Konsumsi Bawang Putih
Cara terbaik untuk memperoleh manfaat bawang putih adalah dengan mengonsumsinya dalam kondisi mentah. Takaran konsumsi bawang putih mentah yang dianjurkan umumnya sebanyak 1–2 siung per hari.
Bawang putih mentah, baik dikonsumsi langsung, dicampur madu, maupun difermentasi, dipercaya memiliki khasiat yang lebih optimal dibandingkan bawang putih yang dimasak atau dikonsumsi dalam bentuk suplemen.
Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi bawang putih sebaiknya tidak berlebihan. Asupan yang terlalu banyak dapat memicu efek samping seperti mual, diare, perut kembung, hingga peningkatan asam lambung.
Bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau baru menjalani operasi, disarankan untuk tidak mengonsumsi bawang putih lebih dari 3 siung per hari karena sifat antitrombotiknya dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Untuk mengurangi efek samping berupa bau mulut setelah mengonsumsi bawang putih, Anda dianjurkan menyikat gigi dan berkumur menggunakan obat kumur.
Membersihkan lidah dengan alat pembersih lidah juga dapat membantu menghilangkan sisa senyawa bawang putih. Selain itu, mengunyah daun mint atau permen karet serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur segar dapat membantu menyamarkan aroma tidak sedap di mulut.
Sumber: Alodokter.com
(naf/kho)



