PURWOKERTO, ifakta.co – Tomat (Solanum lycopersicum) berasal dari wilayah Amerika Selatan dan Tengah, mulai dari Pegunungan Andes hingga Meksiko. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu oleh peradaban kuno seperti suku Inca dan Aztec
Pada abad ke-16, tomat dibawa ke Eropa oleh penjelajah Spanyol, namun pada awalnya sempat dianggap beracun dan hanya dijadikan tanaman hias. Seiring waktu, petani Eropa mulai membudidayakan dan mengembangkan varietas tomat merah yang aman dikonsumsi.
Dari sinilah tomat menyebar ke berbagai belahan dunia dan berkembang menjadi komoditas pangan global, dengan warna merah khas yang berasal dari kandungan likopen sebagai pigmen alaminya.
Iklan
Komposisi Alami dan Nutrisi Tomat
Tomat memiliki kandungan air yang tinggi dengan kalori relatif rendah. Buah ini mengandung karbohidrat yang disertai serat, protein dalam jumlah kecil, serta lemak yang sangat rendah, sehingga cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat sehari-hari.
Dari sisi mikronutrien, tomat kaya akan berbagai vitamin penting, seperti vitamin C, vitamin A dalam bentuk beta-karoten, vitamin B kompleks (termasuk tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat), serta vitamin E yang berperan sebagai antioksidan. Tomat juga mengandung mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, zat besi, serta mineral jejak seperti seng, tembaga, dan mangan.
Selain itu, tomat mengandung beragam senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Likopen menjadi karotenoid utama yang berfungsi sebagai antioksidan kuat, disertai flavonoid seperti naringenin, quercetin, dan lutein. Tomat juga mengandung asam amino esensial serta asam organik, seperti asam malat dan asam sitrat, yang mendukung fungsi metabolisme tubuh.
Khasiat Tomat bagi Kesehatan
1. Menjaga kesehatan mata
Tomat mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan turunan vitamin A yang berperan penting dalam melindungi mata dari kerusakan akibat penuaan serta paparan cahaya biru dari layar gawai dan komputer.
2. Mengontrol tekanan darah dan kesehatan jantung
Kandungan kalium dalam tomat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kadar natrium. Selain itu, likopen dan lutein berperan dalam menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta menurunkan risiko stroke.
3. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini
Vitamin C dalam tomat merangsang produksi kolagen, sementara likopen dan karotenoid membantu mencegah penurunan kolagen, sehingga kulit tetap kencang dan tanda penuaan dini dapat diminimalkan.
4. Mengontrol gula darah dan melancarkan pencernaan
Serat dan kandungan air dalam tomat membantu menstabilkan kadar gula darah setelah makan serta menjaga kesehatan saluran cerna dengan mencegah sembelit.
5. Menunjang suasana hati dan kesehatan mental
Tomat mengandung asam folat dan asam alfa-lipoat yang berperan dalam membantu produksi hormon pengatur suasana hati seperti serotonin dan dopamin, sehingga dapat membantu menstabilkan emosi.
6. Mendukung penurunan berat badan
Rendah kalori, lemak, dan karbohidrat, tomat cocok dikonsumsi saat diet karena tetap memberikan asupan nutrisi penting tanpa meningkatkan berat badan.
7. Meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C dan beta karoten dalam tomat memiliki sifat antioksidan yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
8. Mendukung kesuburan dan mencegah kanker
Likopen dalam tomat diketahui dapat meningkatkan kualitas sperma serta membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker prostat, paru-paru, dan lambung, berkat efek antioksidannya
Cara Konsumsi Tomat
Tomat dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah, misalnya dimakan langsung atau dicampurkan ke dalam salad. Selain itu, tomat juga bisa dimasak sebentar dengan cara dikukus atau direbus singkat.
Proses pemanasan ringan ini justru membantu melepaskan likopen, yaitu antioksidan kuat yang lebih mudah diserap tubuh setelah tomat dimasak. Agar penyerapan likopen makin optimal, konsumsi tomat matang bersama sedikit minyak sehat, seperti minyak zaitun.
Tomat juga dapat diolah menjadi jus dengan cara diblender, baik dalam kondisi segar maupun setelah direbus sebentar, lalu diminum segera agar nutrisinya tetap terjaga.
Selain itu, tomat cocok dicampurkan ke dalam berbagai masakan, seperti sup dan tumisan, untuk menambah cita rasa sekaligus nilai gizi. Bagi yang menyukai rasa manis, tomat juga bisa dijadikan camilan sederhana dengan menaburkan sedikit gula.
Sumber: Alodokter.com, nilaigizi.com
(naf/kho)



