PURWOKERTO, ifakta.co – Paprika (Capsicum annuum) berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan dan masih satu keluarga dengan cabai. Tanaman ini pertama kali dibawa ke Eropa oleh penjelajah Spanyol pada abad ke-16.

Seiring waktu, paprika berkembang pesat di Hongaria hingga menjadi tanaman khas yang identik dengan masakan negara tersebut. Dari sana, paprika menyebar ke berbagai belahan dunia dan digunakan luas hingga kini, baik dalam bentuk bubuk sebagai bumbu maupun sebagai sayuran segar.

Komposisi Alami dan Nutrisi Paprika

Iklan

Setiap 150 gram paprika terdapat sekitar 30–40 kalori dengan beragam zat gizi penting bagi tubuh, seperti 1–1,5 gram protein, 8–9 gram karbohidrat, 0,3–0,5 gram lemak, serta 2–3 gram serat yang baik untuk pencernaan. Kandungan vitaminnya cukup tinggi, terutama vitamin A sekitar 150–170 mcg, vitamin C sekitar 120 mg, dan vitamin E 1,5–1,7 mg, yang berperan sebagai antioksidan. Selain itu, paprika juga mengandung mineral seperti kalium 200–220 mg, magnesium 12–15 mg, dan kalsium 7–10 mg.

Tak hanya itu, paprika turut dilengkapi vitamin B kompleks, vitamin K, zat besi, folat, zinc, mangan, lutein, serta berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Khasiat Paprika bagi Kesehatan

1. Menjaga kesehatan mata

    Paprika kaya akan antioksidan lutein dan zeaxanthin, serta vitamin A dan vitamin E yang berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Kandungan ini membantu melindungi sel retina dari kerusakan sekaligus menurunkan risiko gangguan mata, seperti katarak.

    2. Membantu mencegah anemia

    Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah untuk mengedarkan oksigen, sehingga menimbulkan gejala mudah lelah dan pusing.

    Paprika mengandung zat besi, folat, serta vitamin B yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi dalam paprika membantu meningkatkan penyerapan zat besi, sehingga risiko anemia dapat ditekan.

    3. Mengurangi peradangan dalam tubuh

    Paprika mengandung berbagai antioksidan dan senyawa capsaicin yang dikenal memiliki efek antiradang. Zat ini berperan dalam membantu meredakan peradangan dan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.

    4. Menurunkan risiko kanker

    Antioksidan seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan vitamin C dalam paprika diketahui dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, konsumsi paprika sebagai bagian dari pola makan sehat berpotensi menurunkan risiko kanker, meski manfaat ini masih memerlukan penelitian lanjutan.

    5. Mendukung penurunan berat badan

    Capsaicin dalam paprika dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori dan lemak menjadi lebih optimal. Selain itu, kandungan seratnya membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah konsumsi kalori berlebih.

    6. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

    Paprika mengandung antioksidan yang membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah dan menjaga kelancaran aliran darah. Manfaat ini menjadikan paprika sebagai salah satu sayuran yang baik untuk mendukung kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

    Cara Konsumsi Paprika

    Paprika dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah dengan cara diiris tipis atau dipotong dadu, lalu dicampurkan ke dalam salad, dijadikan camilan sehat dengan saus cocol, atau digunakan sebagai isian kebab dan roti.

    Selain itu, paprika juga bisa diolah menjadi jus sayuran dengan mencampurkannya bersama bahan segar lain untuk meningkatkan asupan vitamin C dan antioksidan.

    Untuk olahan matang, paprika dapat ditumis bersama bawang putih, bawang bombai, serta tambahan daging, ayam, atau teri sebagai lauk. Paprika juga lezat dipanggang dengan sedikit minyak hingga aromanya keluar, lalu dimanfaatkan sebagai pelengkap salad, sup, atau ayam panggang.

    Selain itu, paprika utuh bisa diisi nasi, daging cincang, atau sayuran (stuffed paprika) lalu dipanggang, serta ditambahkan ke dalam sup atau kari guna memperkaya rasa dan nilai gizinya.

    Sumber: Alodokter.com

    (naf/kho)