PURWOKERTO, ifakta.co – Kencur (Kaempferia galanga) diduga berasal dari wilayah India atau kawasan Asia tropis. Tanaman rimpang ini kemudian menyebar dan dibudidayakan secara luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta menjadi salah satu rempah penting dalam pengobatan tradisional dan kuliner.

Komposisi Alami dan Nutrisi Kencur

Kencur mengandung sejumlah senyawa aktif utama, di antaranya ethyl-p-methoxycinnamate (31,77%), methylcinnamate (23,23%), carvone (11,13%), eucalyptol (9,59%), dan pentadecane (6,41%). Berbagai penelitian melaporkan bahwa ekstrak kencur memiliki aktivitas antiinflamasi, analgetik, antidiare, antibakteri, sedatif, sitotoksik, insektisidal, antihelmintik, serta antioksidan.

Iklan

Secara kimia, rimpang kencur tersusun atas pati sekitar 4,14%, mineral 13,73%, serta minyak atsiri sekitar 0,02%. Minyak atsiri tersebut mengandung senyawa seperti sineol, asam metil kanilat, pentadekana, asam sinamat etil ester, borneol, kamfena, paraeumarin, asam anisat, alkaloid, dan gom, yang berperan dalam khasiat farmakologis kencur.

Khasiat Kencur bagi Kesehatan

1. Meredakan nyeri dan peradangan

    Kencur memiliki sifat antiradang dan pereda nyeri yang bermanfaat untuk mengurangi sakit gigi, nyeri perut, sakit maag, serta pembengkakan pada gusi dan jaringan tubuh.

    2. Melawan infeksi bakteri dan mikroba

    Kandungan antibakteri dan antimikroba dalam kencur membantu melawan kuman penyebab infeksi, sehingga bermanfaat untuk mengatasi diare, menurunkan demam akibat infeksi, serta menjaga kesehatan mulut dan pencernaan.

    3. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

    Kencur dapat membantu meredakan sakit perut, diare, dan gangguan lambung dengan cara menyeimbangkan bakteri baik di usus serta menenangkan saluran cerna.

    4. Membantu menurunkan tekanan darah

    Kandungan kalium, antioksidan, dan efek diuretik alami pada kencur berperan dalam menurunkan serta menjaga kestabilan tekanan darah dan melancarkan sirkulasi darah.

    5. Mengontrol kadar gula darah

    Senyawa polifenol dalam kencur bersifat antidiabetik dan berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah, meskipun tidak dapat menggantikan pengobatan medis.

    6. Menangkal radikal bebas dan mencegah kanker

    Kencur kaya antioksidan flavonoid yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker.

    7. Mengusir serangga dan nyamuk

    Minyak atsiri kencur memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk, sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan alami pengusir serangga.

    8. Memberi efek relaksasi dan meningkatkan vitalitas

    Kencur dikenal dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta berpotensi meningkatkan kesuburan pria dengan memperbaiki kualitas dan kuantitas sperma.

    Cara Konsumsi yang Dianjurkan

    • Infused water kencur

      Iris tipis kencur lalu masukkan ke dalam air minum. Diamkan beberapa saat agar sari kencur larut sebelum dikonsumsi. Cara ini cocok sebagai minuman herbal ringan sehari-hari.

      • Dikonsumsi langsung

      Kencur dapat dikunyah secara langsung setelah dicuci bersih dan dikupas. Kunyah hingga sarinya keluar lalu telan airnya, sementara ampasnya bisa dibuang. Cara ini dikenal efektif untuk membantu meredakan batuk.

      • Teh kencur

      Potongan kencur direbus dalam air hingga mendidih. Teh ini dapat dikombinasikan dengan jahe dan madu, kemudian diminum setelah air rebusannya disaring.

      • Air perasan kencur

      Kencur yang diparut atau ditumbuk dapat diperas dan disaring airnya. Campurkan dengan air hangat serta sedikit madu, lalu diminum selagi hangat untuk menambah rasa dan manfaat.

      • Sebagai bumbu masakan

      Kencur iris atau geprek dapat ditambahkan ke dalam masakan berkuah, seperti sup, kari, atau tumisan, untuk memperkaya aroma sekaligus khasiatnya.

      Sumber: Halodoc.com, fkk.umj.ac.id, Alodokter.com

      (naf/kho)