PURWOKERTO,ifakta.co – Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman herbal endemik Indonesia yang berasal dari Pulau Jawa. Tanaman ini telah dimanfaatkan secara turun-temurun sejak masa kerajaan sebagai bahan pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit sekaligus menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Komposisi Alami dan Nutrisi Temulawak

Temulawak mengandung komposisi nutrisi yang beragam, dengan karbohidrat sebagai komponen utama mencapai sekitar 79,96%. Selain itu, temulawak juga mengandung serat sebanyak 0,80%, protein 1,52%, dan lemak 1,35%.

Iklan

Kandungan mineral penting seperti kalium dan kalsium masing-masing sebesar 11,45 mg/Kg dan 19,07 mg/Kg turut mendukung nilai gizinya. Selain itu, temulawak mengandung senyawa unik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, seperti phellandren, turmerol, dan borneol, serta kurkumin sebanyak 15 mg/Kg yang dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Khasiat Temulawak bagi Kesehatan

1. Meningkatkan Fungsi Pencernaan dan Mengatasi Gangguan Usus

    Temulawak merangsang produksi empedu yang membantu memperlancar proses pencernaan dan mengatasi masalah seperti kembung, gas, dan dispepsia.

    Selain itu, tanaman ini dapat meredakan peradangan pada usus besar, seperti kolitis ulserativa, serta menurunkan permeabilitas usus. Berbagai penelitian juga menunjukkan potensi temulawak sebagai terapi untuk sindrom iritasi usus besar.

    2. Meredakan Peradangan dan Nyeri Sendi

    Kandungan kurkumin dan senyawa fenolik dalam temulawak memiliki efek antiinflamasi dan analgesik yang kuat. Ini membuatnya efektif untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada kondisi seperti osteoartritis serta penyakit inflamasi kronis lainnya seperti rheumatoid arthritis dan penyakit Crohn.

    3. Perlindungan dan Pemeliharaan Kesehatan Jantung dan Hati

    Temulawak mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, sehingga mengurangi risiko penumpukan plak di arteri. Selain itu, sifat antioksidan dan antiinflamasi temulawak juga menjaga kesehatan hati dengan melindungi sel hati dari kerusakan dan membantu regenerasi, serta mencegah akumulasi lemak berlebih.

    4. Efek Antikanker dan Perlindungan Seluler

    Ekstrak temulawak memiliki potensi dalam mencegah dan mengendalikan beberapa jenis kanker, termasuk payudara, usus besar, dan prostat, dengan cara menghambat pembentukan pembuluh darah yang menyuburkan sel kanker.

    Kandungan antioksidannya juga melindungi sel dari kerusakan akibat mutasi abnormal, meskipun penelitian pada manusia masih diperlukan lebih lanjut.

    5. Meningkatkan Fungsi Ginjal dan Detoksifikasi Tubuh

    Minyak atsiri dalam temulawak membantu memaksimalkan fungsi ginjal dalam menyaring racun dan sisa metabolisme dari darah.

    Selain itu, senyawa felandren berperan dalam mengeluarkan racun tubuh melalui urine, feses, dan keringat sehingga membantu proses detoksifikasi.

    6. Mendukung Sistem Kekebalan dan Proses Penyembuhan

    Temulawak memperkuat sistem imun berkat sifat antioksidan dan antiinflamasi yang membantu melawan radikal bebas dan mengurangi inflamasi.

    Kandungan borneol juga membantu mempercepat proses penyembuhan luka dengan mengatasi masalah pembekuan darah akibat peradangan.

    7. Mengatasi Mual dan Meningkatkan Metabolisme Tubuh

    Vitamin B6 (piridoksin) dalam temulawak efektif meredakan mual, terutama pada ibu hamil yang mengalami morning sickness.

    Selain itu, kandungan pati dan turmerol membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yang berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.

    8. Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

    Temulawak memiliki sifat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan yang bermanfaat untuk mengatasi jerawat, mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit, serta meredakan iritasi dan kemerahan.

    Selain itu, temulawak juga dapat merangsang pertumbuhan rambut dengan meningkatkan sirkulasi kulit kepala, meskipun penggunaannya harus hati-hati untuk menghindari iritasi.

    Cara Konsumsi yang Dianjurkan

    Untuk membuat ramuan temulawak, siapkan 1 hingga 3 gram rimpang temulawak segar atau serbuk temulawak. Jika menggunakan temulawak segar, kupas kulitnya, cuci bersih, kemudian iris tipis atau parut.

    Untuk membuat rebusan, masukkan temulawak ke dalam panci berisi sekitar 500 ml air, lalu rebus hingga volume air berkurang setengahnya, biasanya sekitar 15-20 menit. Jika menggunakan serbuk, seduh dengan satu cangkir (220 ml) air mendidih.

    Setelah itu, saring ramuan untuk memisahkan ampasnya dan biarkan sampai suhunya hangat atau dingin sebelum diminum. Untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan madu, sejumput kayu manis, atau perasan jeruk nipis sesuai selera.

    Meski demikian, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi temulawak secara rutin.

    Sumber: Halodoc.com

    (naf/kho)