JAKARTA, Ifakta.co – uIntensitas hujan yang semakin sering mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia menuntut masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan. Perubahan suhu, udara lembap, serta genangan air kerap menjadi pemicu menurunnya daya tahan tubuh dan meningkatnya risiko penyakit.

Agar tetap bugar di tengah cuaca hujan, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama.

Iklan

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa musim hujan bukan alasan untuk abai terhadap kesehatan.

“Cuaca hujan sering kali membuat orang lengah. Padahal justru di masa inilah tubuh harus dijaga lebih baik. Imunitas yang kuat adalah benteng utama dari berbagai penyakit,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air hangat, serta memastikan tubuh tidak terlalu lama dalam kondisi basah. Pakaian lembap setelah kehujanan sebaiknya segera diganti untuk mencegah masuk angin dan infeksi kulit.

Selain itu, cukup tidur dan mengelola stres juga menjadi faktor penting. Kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh, sementara stres berlebihan membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, terutama menghindari genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah dan penyakit lainnya.

“Jangan tunggu sakit baru peduli. Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan,” tambah Menkes.

Dengan langkah sederhana dan kesadaran bersama, masyarakat diharapkan tetap sehat dan produktif meski cuaca hujan terus berlangsung. Hujan boleh turun, tetapi kesehatan tetap harus dijaga. (FA)