PURWOKERTO, ifakta.co – Adas (Foeniculum vulgare) berasal dari wilayah Mediterania Eropa dan Timur Tengah. Tanaman ini telah dimanfaatkan sejak zaman kuno oleh bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi sebagai bumbu masakan sekaligus obat herbal untuk mengatasi gangguan pencernaan dan berbagai penyakit lainnya.

Seiring berkembangnya jalur perdagangan, adas kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner serta pengobatan tradisional di beragam budaya.

Komposisi Alami dan Nutrisi Adas

Iklan

Adas mengandung beragam nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh, mulai dari vitamin, mineral, serat, hingga senyawa bioaktif. Dalam adas terdapat sekitar 345 kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak sehat, dengan kandungan karbohidrat mencapai 52,3 gram sebagai sumber energi. Adas juga kaya serat, yakni sekitar 39,8 gram, yang berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Selain itu, dalam 15,8 gram biji adas terkandung protein nabati dalam jumlah cukup tinggi yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sekitar 11,6 gram, didominasi oleh lemak tak jenuh ganda yang baik bagi kesehatan.

Dari sisi vitamin, adas mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta vitamin A yang berperan dalam menjaga kesehatan mata dan kulit. Tak hanya itu, adas juga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, asam fenolat, dan anetol yang turut berkontribusi terhadap manfaat kesehatannya.

Khasiat Adas bagi Kesehatan

1. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Adas dikenal kaya akan serat sehingga sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan. Konsumsi adas dapat membantu mencegah sembelit sekaligus berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.

2. Mengatasi gangguan pernapasan

Adas memiliki sifat ekspektoran yang membantu mengencerkan lendir dan dahak di saluran pernapasan. Oleh karena itu, adas kerap digunakan untuk meredakan batuk, pilek, hingga bronkitis, salah satunya dengan mengonsumsinya dalam bentuk teh herbal.

3. Melawan radikal bebas

Kandungan vitamin C yang tinggi pada adas berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain bijinya, daun adas juga dimanfaatkan sebagai tanaman herbal karena kaya akan antioksidan.

4. Mengurangi kembung dan menenangkan saluran cerna

Minyak esensial yang terdapat dalam biji adas bermanfaat untuk meredakan perut kembung serta membantu melemaskan otot-otot pada saluran pencernaan, sehingga perut terasa lebih nyaman.

5. Membantu mengurangi peradangan

Adas mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan senyawa fenolik yang berperan dalam menekan peradangan dan mencegah kerusakan sel, sekaligus mendukung kesehatan jantung.

Cara Konsumsi Adas

Adas dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kesehatan. Berikut beberapa cara mengonsumsi adas yang umum dan aman digunakan:

  • Teh adas

Teh adas merupakan salah satu cara paling populer untuk memperoleh manfaat kesehatan dari adas. Minuman herbal ini diketahui dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, serta memberikan efek menenangkan yang membantu meredakan stres ringan.

Cara membuat teh adas cukup mudah, yaitu dengan menyeduh 1–2 sendok teh biji adas kering menggunakan air panas, lalu diamkan selama 5–10 menit sebelum diminum.

  • Kapsul adas

Adas juga tersedia dalam bentuk kapsul yang praktis dikonsumsi sebagai suplemen herbal. Dosis yang umum dianjurkan adalah sekitar 500 mg per hari. Namun, untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya, konsumsi kapsul adas sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau tenaga medis.

  • Minyak esensial adas

Minyak esensial adas dapat digunakan sebagai aromaterapi maupun untuk membantu meredakan gangguan pencernaan. Minyak ini bermanfaat untuk menenangkan otot saluran cerna, mengurangi perut kembung, serta mendukung kenyamanan sistem pencernaan secara alami.

Sumber: Halodoc.com

(naf/kho)