PURWEKERTO, ifakta.co – Saffron (Crocus sativus) diperkirakan berasal dari kawasan Mediterania, Asia Barat, hingga Eropa Selatan. Rempah bernilai tinggi ini pertama kali dibudidayakan di Persia kuno, atau wilayah Iran modern, lebih dari 3.500 tahun lalu.

Sejak masa lampau hingga kini, saffron dikenal sebagai rempah legendaris yang dimanfaatkan sebagai pewarna, bahan parfum, obat tradisional, sekaligus simbol kemewahan dan status sosial. Hingga saat ini, Iran tercatat sebagai produsen saffron terbesar di dunia.

Komposisi Alami dan Nutrisi Saffron

Iklan

Dalam 100 gram saffron terkandung sekitar 310 kkal, dengan 6 gr lemak (termasuk 1,6 gr lemak jenuh), 65 gr karbohidrat, 3,9 gr serat pangan, dan 11 gr protein. Saffron juga mengandung 148 mg natrium serta 1.724 mg kalium, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot tubuh.

Selain kandungan makronutrisi, saffron kaya akan senyawa bioaktif alami. Crocin merupakan pigmen yang memberi warna merah khas sekaligus berfungsi sebagai antioksidan kuat yang membantu melawan peradangan.

Safranal, senyawa minyak atsiri dalam saffron, memberikan aroma khas serta memiliki efek menenangkan dan dapat membantu memperbaiki suasana hati. Sementara itu, picrocrocin berperan dalam menciptakan rasa pahit khas saffron dan turut memiliki sifat antioksidan.

Saffron juga mengandung berbagai vitamin, terutama vitamin B kompleks yang berperan dalam metabolisme energi, serta mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi yang mendukung berbagai fungsi vital tubuh.

Khasiat Saffron bagi Kesehatan

1. Membantu Mengatasi Gangguan Tidur

    Saffron mengandung crocin dan crocetin yang dipercaya dapat membantu menenangkan sistem saraf. Senyawa ini diketahui mampu mengurangi gerakan mata berlebihan saat tidur serta meningkatkan durasi tidur non-REM.

    Beberapa studi juga menunjukkan saffron berpotensi memperbaiki gejala depresi ringan, di mana insomnia sering menjadi salah satu keluhannya.

    2. Menunjang Kesehatan dan Fungsi Otak

    Kandungan antioksidan dan antiinflamasi dalam saffron menunjukkan potensi positif bagi sistem saraf. Rempah ini diduga dapat membantu menjaga fungsi otak serta memberikan efek protektif pada gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, saffron juga berpeluang membantu memperbaiki gangguan memori akibat cedera otak atau iskemia.

    3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Bunga saffron dikenal kaya antioksidan yang berperan dalam melawan peradangan dan melindungi sel dari kerusakan. Konsumsi rutin saffron dipercaya dapat membantu menjaga ketahanan tubuh, sehingga tubuh tetap bugar meski menjalani aktivitas padat setiap hari.

    4. Meredakan Nyeri Haid dan Gejala PMS

    Saffron dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan saat menjelang dan selama menstruasi, seperti kram perut dan pusing. Selain itu, rempah ini juga diyakini mampu membantu menstabilkan suasana hati serta mengurangi rasa cemas yang sering muncul saat PMS. Saffron dapat dikonsumsi dengan cara diseduh dalam air.

    5. Menjaga Kesehatan Mata

    Senyawa safranal dalam saffron diduga berperan dalam melindungi retina. Beberapa penelitian awal menunjukkan saffron berpotensi memperlambat degenerasi retina dan membantu memperbaiki fungsi penglihatan, khususnya pada kasus degenerasi makula terkait usia, meski masih diperlukan riset lanjutan.

    Cara Konsumsi yang Dianjurkan

    Untuk mengekstrak rasa dan aroma secara maksimal, saffron sebaiknya dihancurkan terlebih dahulu lalu direndam dalam air hangat selama 20–30 menit sebelum digunakan. Setelah itu, saffron dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara, baik untuk konsumsi maupun perawatan:

    1. Sebagai campuran hidangan berbasis biji-bijian

      Saffron sering digunakan dalam masakan berbahan dasar nasi atau biji-bijian. Sebagai acuan, gunakan sekitar 14–30 helai saffron untuk 4 porsi nasi (±300 gr beras). Penambahan saffron akan memberikan aroma harum sekaligus meningkatkan nilai gizi dan cita rasa hidangan.

      2. Untuk makanan penutup atau pembuka

      Karena memiliki karakter rasa yang mirip vanila, saffron cocok digunakan dalam berbagai dessert, seperti puding, custard, dan roti manis. Untuk puding, cukup tambahkan sejumput saffron per 4 porsi, sedangkan untuk kue atau biskuit, gunakan sekitar 15–20 helai saffron per 200 gr tepung.

      3. Sebagai minuman susu saffron

      Susu saffron merupakan salah satu olahan paling populer. Minuman ini dikenal lezat sekaligus menyehatkan karena memadukan nutrisi susu dengan senyawa aktif dalam saffron.

      4. Untuk mengurangi rambut rontok

      Selain untuk konsumsi, saffron juga bermanfaat sebagai perawatan rambut. Kandungan antioksidannya dipercaya dapat membantu memperbaiki kerusakan rambut dan merangsang pertumbuhan. Caranya, campurkan beberapa helai saffron dengan minyak almond atau minyak kelapa, lalu pijatkan ke kulit kepala secara merata.

      5. Untuk perawatan kulit

      Penggunaan saffron secara topikal juga dipercaya dapat membantu mencerahkan kulit. Masker susu saffron dapat digunakan untuk melembapkan dan menghaluskan kulit, serta membantu mengatasi jerawat dan noda hitam pada wajah.

      Sumber: Isahalal.com, Halodoc.com

      (naf/kho)