PURWOKERTO, ifakta.co – Kayu manis (Cinnamomum) berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Jenis yang dianggap paling autentik adalah Cinnamomum verum yang berasal dari Sri Lanka, sementara Indonesia juga dikenal sebagai salah satu penghasil kayu manis utama, khususnya varietas Korintje atau Cinnamomum burmannii yang banyak dibudidayakan di Sumatera Barat.

Komposisi Alami dan Nutrisi Kayu Manis

Dalam setiap 100 gram kayu manis terkandung sekitar 247 kalori dengan kadar air sebesar 10,6 gram. Rempah ini kaya akan karbohidrat (81 gram) dan serat pangan (53 gram), serta mengandung protein (4 gram), lemak (1,2 gram), dan gula alami (2,2 gram).

Iklan

Selain itu, kayu manis juga menyediakan berbagai mineral penting, seperti kalsium (1 gram), zat besi (1 gram), dan kalium (0,4 gram). Tak hanya itu, kayu manis mengandung senyawa antioksidan dan antiradang, antara lain kumarin, asam sinamat, dan eugenol, serta beberapa vitamin seperti vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin K yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Khasiat Kayu Manis bagi Kesehatan

1. Mengurangi peradangan dan nyeri

    Kayu manis mengandung senyawa antioksidan dan antiradang seperti polifenol, flavonoid, kumarin, dan cinnamaldehyde yang mampu meredakan peradangan serta mengurangi nyeri, termasuk nyeri sendi dan otot. Efek ini juga membantu mempercepat pemulihan jaringan dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

    2. Menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah

    Ekstrak kayu manis diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida yang memicu penyumbatan pembuluh darah. Kandungan kalium dan antioksidannya juga membantu merelaksasi pembuluh darah sehingga tekanan darah lebih terkontrol dan risiko penyakit jantung maupun stroke dapat ditekan.

    3. Mengontrol kadar gula darah

    Kayu manis berperan dalam menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah, sekaligus meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Manfaat ini baik bagi penderita diabetes tipe 2 maupun sebagai upaya pencegahan resistensi insulin pada orang sehat.

    4. Melawan infeksi bakteri dan jamur

    Senyawa aktif dalam kayu manis, terutama cinnamaldehyde, bersifat antibakteri dan antijamur. Ekstraknya mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Salmonella dan Listeria, serta jamur penyebab infeksi tertentu, termasuk yang menyerang saluran pernapasan dan mulut.

    5. Meningkatkan daya tahan tubuh

    Kandungan antioksidan, vitamin A, B, dan K pada kayu manis membantu memperkuat sistem imun. Dengan daya tahan tubuh yang baik, tubuh lebih mampu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel serta jaringan.

    6. Mendukung berat badan ideal dan mencegah kanker

    Kayu manis dapat membantu mengontrol nafsu makan dan metabolisme tubuh melalui pengaruhnya terhadap kadar gula darah, sehingga berpotensi mendukung penurunan berat badan. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan kayu manis memiliki senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, meski masih memerlukan penelitian lanjutan.

    Cara Konsumsi yang Dianjurkan

    Konsumsi kayu manis sebaiknya tidak berlebihan dan mengikuti batas yang dianjurkan. Sejumlah ahli merekomendasikan asupan kayu manis bubuk sekitar ½–1 sendok teh atau setara 2–4 gr per hari. Meski demikian, hingga kini belum ada ketetapan dosis pasti karena kayu manis belum terbukti secara medis sebagai pengobatan utama.

    Selain itu, penggunaan kayu manis baik dalam bentuk jamu maupun suplemen sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Langkah ini penting untuk mencegah kemungkinan interaksi obat yang dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh.

    Sumber: Alodokter.com, Alibaba.com

    (naf/kho)