PURWOKERTO, ifakta.co – Pala (Myristica fragrans) merupakan rempah asli Nusantara yang berasal dari Kepulauan Maluku, terutama Kepulauan Banda. Sejak masa lampau, pala dikenal sebagai komoditas bernilai tinggi dan memainkan peran penting dalam perdagangan dunia.

Komposisi Alami dan Nutrisi Pala

Setiap 100 gram buah pala segar mengandung sekitar 42 kalori serta sejumlah nutrisi penting, antara lain 11 gram karbohidrat, 0,5 gram serat, 0,3 gram protein, dan 0,2 gram lemak. Selain itu, buah pala juga menyediakan mineral seperti 32 miligram kalsium, 24 miligram fosfor, dan 1,5 miligram zat besi, serta 22 miligram vitamin C. Tak hanya itu, buah pala kaya akan senyawa bioaktif seperti myristicin, beta karoten, dan monoterpen yang turut berkontribusi pada manfaat kesehatannya.

Iklan

Khasiat Pala bagi Kesehatan

1. Berpotensi Menghambat Perkembangan Sel Kanker

      Sejumlah riset awal mengungkapkan bahwa senyawa myristicin yang terdapat dalam buah pala mampu menekan pertumbuhan sel kanker, termasuk jenis rhabdomyosarcoma. Selain itu, kandungan kalsium di dalamnya juga diduga berperan dalam menurunkan risiko kanker, terutama jika dikombinasikan dengan asupan vitamin D yang cukup.

      2. Membantu Menjaga Kesehatan Mental dan Suasana Hati

      Buah pala mengandung myristicin serta monoterpen yang dapat memengaruhi kerja reseptor serotonin di otak. Serotonin berperan penting dalam mengatur emosi, sehingga kadar yang seimbang dapat membantu menimbulkan perasaan lebih rileks, tenang, dan bahagia, layaknya efek antidepresan alami.

      3. Mendukung Kesehatan Jantung

      Konsumsi buah pala dipercaya dapat berkontribusi dalam menjaga fungsi jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL. Meski demikian, klaim ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian berskala besar.

      4. Meredakan Nyeri Gigi dan Mencegah Gigi Berlubang

      Sifat antibakteri pada buah pala mampu melawan Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab gigi berlubang. Selain itu, kandungan myristicin dan methyl eugenol di dalamnya juga diketahui dapat membantu mengurangi rasa nyeri ringan pada gigi.

      5. Menghambat Pertumbuhan Bakteri Penyebab Jerawat

      Minyak atsiri dan ekstrak buah pala diyakini memiliki kemampuan antibakteri yang dapat melawan Cutibacterium acnes, mikroorganisme pemicu jerawat. Meski potensinya cukup menjanjikan, manfaat ini masih membutuhkan kajian ilmiah lanjutan.

      6. Mengurangi Peradangan dan Rasa Sakit

      Myristicin yang terkandung dalam buah pala memiliki efek antiradang dengan cara menekan produksi prostaglandin, yaitu senyawa penyebab nyeri dan peradangan. Tak hanya itu, minyak atsirinya yang mengandung sabinene, terpineol, dan pinene dapat membantu melancarkan aliran darah ke area yang terasa nyeri.

      7. Melindungi Sel Tubuh dari Radikal Bebas

      Kandungan vitamin C dalam buah pala berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Perlindungan ini berperan penting dalam menjaga sel tubuh dari kerusakan, sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan gangguan jantung.

      Cara Konsumsi yang Dianjurkan

      Konsumsi pala dianjurkan dalam dosis kecil (seperempat sendok teh) sebagai bumbu masakan atau sebagai olahan minuman dengan cara diseduh air panas, diminum 1-2 kali sehari setelah makan untuk membantu tidur atau meredakan diare. Hindari konsumsi berlebih karena bisa menimbulkan efek samping serius seperti halusinasi. Konsultasi dokter dianjurkan untuk ibu hamil atau penderita ginjal. 

      Sumber: Alodokter.com

      (naf/kho)