PURWOKERTO, ifakta.co – Ketumbar (Coriandrum sativum) berasal dari kawasan Eropa Selatan dan Mediterania Timur. Rempah ini menyebar ke berbagai wilayah melalui jalur perdagangan kuno dan kemudian dibawa ke Nusantara oleh para pedagang Arab serta Gujarat ratusan tahun silam.

Komposisi Alami dan Nutrisi Ketumbar

Ketumbar mengandung berbagai zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Selain itu, rempah ini juga kaya akan vitamin B1, B2, B3, C, dan K, serta mineral penting seperti kalsium, magnesium, kalium, selenium, fosfor, zinc, dan zat besi.

Iklan

Ketumbar memiliki senyawa alami bernama linalool, yang menurut beberapa penelitian memiliki efek antioksidan, antibakteri, anti-kecemasan, bahkan potensi antikanker. Ketumbar juga kaya akan minyak atsiri dan berbagai antioksidan, termasuk polifenol, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Khasiat Ketumbar bagi Kesehatan

1.Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Mencegah Keracunan Makanan

Ketumbar dikenal efektif meredakan berbagai gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, mual, perut kembung, dan sembelit. Minyak bijinya memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang membantu mengatasi peradangan serta melawan bakteri penyebab infeksi di saluran cerna. Selain itu, senyawa antimikroba dalam ketumbar, seperti deodesenal, mampu melawan bakteri Salmonella yang menjadi penyebab keracunan makanan. Namun, menjaga kebersihan bahan makanan tetap penting.

2. Menurunkan Kadar Gula Darah dan Mengontrol Tekanan Darah

Biji ketumbar dapat merangsang produksi hormon insulin sekaligus meningkatkan fungsinya sehingga membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah hiperglikemia. Kandungan kalium dan magnesium dalam ketumbar juga berperan menjaga kestabilan tekanan darah dengan mengurangi kelebihan natrium dan mendukung fungsi jantung serta pembuluh darah.

3. Mengurangi Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung

Ketumbar mengandung flavonoid yang membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) dengan mekanisme mirip obat statin, yaitu menghambat pembentukan kolesterol di hati. Dengan tekanan darah dan kadar kolesterol yang terkontrol, risiko penyakit jantung pun dapat berkurang secara signifikan.

4. Melawan Radikal Bebas dan Menjaga Kesehatan Otak

Kaya akan antioksidan seperti polifenol dan linalool, ketumbar mampu menangkal radikal bebas penyebab penyakit kronis, termasuk gangguan otak seperti Alzheimer dan Parkinson. Senyawa dalam ketumbar juga berpotensi mengurangi peradangan saraf dan melindungi sel otak, meski penelitian pada manusia masih terbatas.

5. Mendukung Kesehatan Tulang

Mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan fosfor dalam ketumbar berperan menjaga kepadatan dan kekuatan tulang, sehingga membantu mencegah osteoporosis dan menjaga fungsi tulang yang optimal.

6. Meredakan Gejala Kecemasan dan Stres

Konsumsi ketumbar diyakini dapat mengurangi kecemasan berkat efek anticemas dari senyawa aktifnya yang bekerja menekan emosi negatif di otak. Meskipun demikian, manfaat ini masih perlu dikaji lebih dalam melalui penelitian lanjutan.

Cara Konsumsi yang Dianjurkan

Rebus biji ketumbar, pastikan biji tersebut tidak berjamur atau berbau tengik agar terhindar dari kontaminasi. Gunakan air bersih dan sekitar 1–2 sendok teh biji ketumbar untuk setiap 300–400 ml air, kemudian rebus selama 10–15 menit.

Konsumsi rebusan ketumbar sebaiknya dalam jumlah wajar, yaitu sekitar satu gelas (150–200 ml) per hari dan tidak lebih dari dua kali sehari. Hindari menambahkan gula berlebihan agar kadar gula darah tetap stabil. Jika muncul gejala alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas, hentikan pemakaian segera.

Ketumbar umumnya aman digunakan sebagai bumbu dapur, namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sakit perut pada beberapa orang. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menjamin keamanan konsumsi ketumbar sebagai obat herbal bagi ibu hamil atau menyusui, sehingga sebaiknya dihindari kecuali dengan izin dokter.

Penderita tekanan darah rendah (hipotensi) juga perlu berhati-hati karena ketumbar dapat menurunkan tekanan darah. Begitu pula bagi yang mengonsumsi obat antidiabetes atau antihipertensi, karena ketumbar dapat memperkuat efek obat tersebut.

Demi keamanan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ketumbar sebagai suplemen atau obat herbal.

Sumber: Alodokter.com

(naf/kho)