JAKARTA, ifakta.co – Mengawali tahun 2026, Majalah IFAKTA hadir dengan langkah yang kian dewasa. Bukan sekadar menghitung usia, tetapi menimbang makna. Di persimpangan awal tahun, ketika harapan dan kegelisahan bertaut, IFAKTA memilih berdiri di ruang refleksi untuk membaca zaman, menyimak denyut publik, dan menuliskannya dengan nalar serta nurani.
Edisi Januari ini membuka lembaran dengan beragam isu yang tak sederhana.
Dari polemik hibah tambang yang menyentuh relasi kuasa, etika, dan keberlanjutan, hingga bencana alam yang datang berulang seperti ingatan kolektif yang tak pernah sempat sembuh.
Iklan
IFAKTA tidak sekadar mencatat peristiwa, tetapi berupaya menafsirkan sebab musababnya mengapa sumber daya diperdebatkan, mengapa alam terus memberi peringatan, dan ke mana arah kebijakan seharusnya berpihak.
Dalam dunia yang kerap bising oleh kepentingan, jurnalistik diuji bukan oleh kecepatan semata, melainkan oleh keberanian untuk jujur dan ketekunan untuk adil.
IFAKTA memelihara jarak yang sehat dari kekuasaan, seraya mendekat pada kepentingan publik. Setiap laporan dirajut dengan data, dikokohkan oleh verifikasi, dan dihidupkan oleh bahasa yang berusaha setia pada kebenaran.
Tahun 2026 adalah tahun yang menuntut kedewasaan bersama. Di tengah krisis iklim, tarik-menarik ekonomi-politik, dan rapuhnya kepercayaan publik, media ditantang untuk menjadi penunjuk arah. Bukan obor yang membakar, melainkan lentera yang menerangi.
IFAKTA memilih peran itu. Menyala secukupnya, terang seperlunya. Semoga edisi ini menjadi ruang dialog, cermin kritis, sekaligus pengingat bahwa jurnalisme yang baik tidak hanya melaporkan apa yang terjadi, tetapi juga merawat harapan agar masa depan tetap layak diperjuangkan. (Jo)



