JAKARTA,-ifakta — PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa pemulihan layanan SPBU di wilayah terdampak bencana menunjukkan progres positif. Hingga 8 Desember 2025, total 688 SPBU telah aktif melayani masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan.“Untuk SPBU sudah sebagian besar kami perbaiki. SPBU kami maksimalkan beroperasi 24 jam, supaya mengurai antrean yang beberapa waktu lalu cukup panjang.”ungkapnya.

“Sebagai langkah percepatan pemulihan, Pertamina telah mengoptimalkan layanan dengan jam operasi 24 jam dan menambah petugas layanan di lapangan. Dukungan personel dari TNI dan Polri juga diterjunkan untuk memperlancar distribusi BBM di berbagai lokasi terdampak.” tambahnya.

Iklan

Untuk wilayah yang masih sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur terutama daerah terpencil dan terisolasi Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif melalui udara, menggunakan pesawat perintis. Selain itu, perusahaan juga mempersiapkan pengiriman dengan pesawat Hercules untuk memenuhi kebutuhan suplai dalam volume besar.

Tidak hanya BBM, Pertamina juga mengatur skema distribusi LPG ke wilayah terpencil. Untuk mengatasi kendala akses, opsi pengiriman “sling-load” udara disiapkan, dengan memastikan semua prosedur keamanan terpenuhi.

Bantuan telah menjangkau sekitar 77.794 jiwa.

Sudah didirikan 161 posko bantuan dan 111 dapur umum di sejumlah titik terdampak.

Distribusi energi dan logistik mencakup tabung LPG (Bright Gas), BBM jenis Dexlite, Pertamax, Biosolar, serta Avtur.

Total nilai bantuan dan realisasi dukungan energi serta logistik diperkirakan mencapai Rp 5,3 miliar.

Pertamina kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pemulihan infrastruktur energi secara menyeluruh agar distribusi BBM dan LPG segera normal dan stabil, mendukung kembalinya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.