JAKARTA, ifakta,— Presiden Prabowo Subianto memanggil pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ke Istana pada Senin (24/11/2025). Pertemuan ini memunculkan spekulasi mengenai arah kebijakan besar pemerintah di sektor riset dan perekonomian.

Bahas Penguatan Riset dan Prioritas Nasional

Kepala BRIN Arif Satria bersama Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian bertemu Presiden untuk menyampaikan rencana penguatan riset nasional. Arif menegaskan bahwa BRIN tengah menyiapkan integrasi riset ke dalam program prioritas pemerintah, terutama di sektor pangan, energi, dan inovasi industri.

Iklan

“BRIN siap menyokong kebijakan nasional dengan hasil riset yang lebih terarah dan terukur,” ujar Arif usai pertemuan.

BRIN juga melaporkan sejumlah agenda strategis, termasuk rencana kolaborasi riset dengan lembaga strategis Danantara untuk memperkuat kemampuan riset dan pengembangan Indonesia.

Gubernur BI Dipanggil, Redenominasi Kembali Mengemuka

Tak lama setelah rombongan BRIN keluar dari kompleks Istana, Gubernur BI Perry Warjiyo tiba untuk menghadiri pertemuan terpisah dengan Presiden Prabowo. Meski BI tidak merinci isi pembahasan, pengamat menilai panggilan ini berkaitan dengan wacana redenominasi rupiah yang kembali menjadi perhatian publik.

BI disebut sedang melakukan kajian lebih dalam soal kesiapan sistem keuangan, dampak psikologis pasar, hingga kesiapan industri terhadap kemungkinan penyederhanaan nilai mata uang tersebut.

Pertemuan ini mengulang momentum pada Maret lalu, ketika Prabowo juga memanggil Perry di tengah dinamika pasar. Bedanya, kali ini suasananya dinilai lebih strategis karena dibarengi pembahasan riset nasional oleh BRIN.

Sinyal Kebijakan Besar dari Istana

Pengamat melihat rangkaian pertemuan ini sebagai sinyal bahwa pemerintah sedang merancang kebijakan strategis yang menggabungkan riset, inovasi, dan stabilitas ekonomi.

“Pemerintah ingin riset dan ekonomi berjalan dalam satu orbit. Panggilan Presiden ke BRIN dan BI bukan hal rutin. Biasanya itu terkait agenda besar negara,” kata seorang analis ekonomi di Jakarta.

Dari sisi riset, pemerintah ingin mempercepat pemanfaatan hasil kajian ilmiah dalam kebijakan strategis. Sementara dari sisi moneter, BI perlu memastikan stabilitas nilai rupiah dan menjaga kepercayaan pasar, terutama jika wacana redenominasi masuk tahap serius.

Menunggu Langkah Lanjutan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Istana belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail pertemuan tersebut. Namun dua audiensi beruntun ini dinilai menjadi penanda bahwa pemerintahan Prabowo sedang mempersiapkan arah kebijakan baru yang akan memengaruhi lanskap ekonomi dan inovasi nasional dalam beberapa tahun ke depan.