JAKARTA, IFAKTA.CO – Program Studi Pendidikan IPS (S1) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar berbagai penyuluhan yang dikemas dalam pengabdian masyarakat. Kali ini kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada Jumat 23 Juni 2023 lalu, yang bertempat di Aula Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut dihadiri oleh Berliana Farida, S.Stp (Sekretaris Kelurahan Jatinegara Kaum), 4 dosen sekaligus narasumber diantaranya Martini, SH.,MH, Nandi Kurniawan, M.Si, Saipiatuddin, M.Si, Hidayaht, M.Pd, dan 4 orang mahasiswa yakni Aisah Indriani, Faisal Achmadani, Nurul Aulia dan Muhammad Fikra Firdaus, hingga puluhan kelompok Ibu PKK.

Berdasarkan data yang diperoleh, lokasi tersebut memiliki Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Kelompok KB.

Iklan

Yang dapat memfasilitasi aktivitas masyarakat dengan berbagai program yang telah dijalankan, sehingga dapat menjadi sasaran kegiatan pada Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Prodi Pendidikan IPS UNJ.

“Saya berharap semoga dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta yang sudah hadir dan tentunya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta berguna untuk memajukan wilayah Jatinegara Kaum,” ujar Berliana, Sekretaris Kelurahan Jatinegara Kaum dalam keterangannya tertulisnya di Jakarta, Rabu (05/07/2023).

Di tempat yang sama, Saipiatuddin, M.Si dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sebagian besar limbah yang dihasilkan, paling banyak berasal dari limbah rumah tangga. Berdasarkan sifat uraiannya, limbah terbagi menjadi dua yaitu organik dan anorganik. Pada limbah organik merupakan limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi, baik secara aerob dan anaerob.

Namun limbah organik dapat berguna untuk masyaraakat apabila diolah kembali menjadi kompos. Kompos berguna untuk kesuburan tanaman, menghemat biaya untuk transportasi dan peninunan limbah, serta daapat mengurangi polusi udara.

Adapun lama pembuatan kompos biasanya 6 sampai 8 minggu dengan melalui proses yaitu pemilahan sampah, pengecilan ukuran, penyusunan tumpukan, pembalikan, penyiraman, pematangan, penyaringan, pemgemasan dan penyimpanan.

Bahkan masyarakat di Kelurahan Jatinegara Kaum ternyata sudah menerapkan urban farming dalam pengelolaan lingkungan.

“Dalam penerapan urban farming, dapat menggunakan berbagai metode yang tentunya tidak berdampak buruk bagi lingkungan di kedepannya nanti. Urban farming merupakan solusi ketahanan pangan,karena dengan model tersebut dapat mengoptimalkan lahan yang dimiliki masyarakat dengan baik,” ujar Saipiatuddin, M.Si.

Kendati demikian, menurut Siti salah seorang peserta penyuluhan mengatakan bahwa materi yang disampaikan oleh pemateri dapat diterima dengan baik, penjelasan sangat dijelaskan dengan detail, dan dapat dipahami.

Kemudian kegiatan tersebut berlangsung lancar, dan kondusif serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama.