Guna Ciptakan SDM Unggul dan Berkualitas Didasari Al- Quran, Pemkab Nganjuk Resmikan Program BTQ

ifakta.co, NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar sosialisasi program baca tulis Al-quran (BTQ) untuk seluruh guru pendidikan agama islam (PAI) di jenjang pendidikan SD dan SMP , bertempat di Pendopo Kabupaten Nganjuk pada Kamis 24 September 2020.

Acara peresmian program BTQ itu di hadiri oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat didampingi oleh Sekda Kabupaten Nganjuk Moh.Yasin, PLT Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk  Samsul Huda dan pejabat Dinas Pendidikan, para Ustad, Ulama, MKKS serta perwakilan  guru PAI se – Kabupaten Nganjuk.

Dalam sambutannya PLT Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Samsul Huda menjelaskan, program BTQ merupakan implementasi dari visi dan misi Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

“BTQ merupakan visi dan misi Bupati Nganjuk terhadap peserta didik yang kedepannya di harapkan tak hanya memiliki kompetensi ilmu pengetahuan, namun juga memiliki nilai-nilai etika yang baik, punya akhlakqul kharimah bagi yang beragama Islam, punya karakter keindonesiaan dan bagi yang non muslim punya jiwa penolong, punya rasa empati serta hormat pada orang tua,” kata Samsul Huda.

Ia menjelaskan sebelumnya sudah 4 kali dilaksanakan pembahasan terkait BTQ secara virtual. Dari sana diperoleh konsep kurikulum yang sudah di susun oleh panitia kecil dengan menghadirkan stake holder terkait.

“Konsep kurikulum BTQ telah disusun oleh panitia kecil dengan menghadirkan stakeholder dari berbagai unsur yakni dari Kemenag, NU, tokoh pendidik, para pemerhati pendidikan serta dosen,” ungkap Samsul.

Sementara itu bupati Nganjuk Novi menjelaskan Program BTQ yang menjadi visi misinya itu merupakan wujud dari program Tri Cipta Bhakti Pemerintah Kabupaten Nganjuk yakni, pertama, pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Kedua, pembangunan SDM yang unggul dan berkualitas dan ketiga, pembangunan kemandirian ekonomi.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyamakan pemikiran terkait program BTQ pada semua stakeholder terkait dan memberi gambaran tentang pentingnya peran Ustad dan Ustazah dan guru PAI dalam pelaksanaan program BTQ sebagai tokoh sentral pendorong dalam pencapaian program BTQ.

“Saya sudah meminta kepada kepala dinas maupun kepala cabang pendidikan dan Sekda untuk mensinergikan bahwa program BTQ ini harus dilaksanakan secara efektif pada jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA dan saya optimis Ibu Gubernur tidak akan menolak program yang kami tawarkan pada Provinsi,” tegas bupati yang akrab disapa Mas Novi.

Dijelaskannya pula pelaksanaan BTQ dalam bentuk pelajaran ekstra yang durasinya bisa 1 – 2 jam dan dilaksanakan setelah jam pendidikan berakhir. Selain itu Mas Novi juga mempunyai 3 perencanaan.

1.Bagi siswa SD dan SMP yang beragama Islam sebagai syarat kelulusan yang tidak bisa di tolak dan di  tawar adalah harus lancar membaca Al- Quran.

2.Harus ada sertifikat dari sekolah – sekolah diniyah; TPQ, TPA dan sebagainya.

3.Meneruskan program yang sudah di buka, Sekda di minta untuk memantau stakeholdernya bahwa setiap desa harus mempunyai 2 Hafid.

“Bagi setiap desa harus mempunyai 2 Hafid, saya mau tanda tangan DD ADD Desa kalau sudah dimasukkan program pembiayaan untuk Hafid atau Hafidoh yang ada di desa itu, kalau tidak di buat maka saya tidak bersedia tanda tangan, tolong sampaikan ini pada seluruh desa di Kabupaten Nganjuk,” tegas Bupati pada ifakta.co

Ia berharap melalui program BTQ pengenalan tentang Al- Quran bisa di mulai sejak dini, meski awalnya harus dipaksakan, selanjutnya akan jadi kebiasaan yang akhirnya menjadi sebuah kecintaan terhadap Al-Quran.

“Tak hanya bisa membaca dan menulis saja, namun isi yang terkandung di dalamnya harus di pahami betul-betul,” ucapnya.

Mas Novi juga berpesan semoga dengan visi misinya itu bisa membangun generasi muda yang memiliki sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, memiliki akhlakqul karimah, berbudi pekerti luhur, memiliki kecintaan terhadap tanah air dan memiliki pemikiran visioner.

Di akhir sambutannya orang nomor satu di Nganjuk itu menyerukan program BTQ itu resmi dibuka.

“Program Sosialisasi kegiatan baca tulis Al- Quran bagi seluruh pendidikan agama Islam di jenjang SD dan SMP dengan ini saya nyatakan resmi di buka dan dimulai,” seru Mas Novi.

(may)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here