Lima Kali Pasang Ring Jantung, Semua di Tanggung JKN-KIS

Poto: Daryani Pohan

ifakta.co, Jakarta – Semakin banyak peserta JKN-KIS yang ternyata telah merasakan manfaat dari jaminan kesehatan yang dicanangkan oleh Pemerintah ini.

Daryani Pohan, salah satu peserta JKN-KIS yang seringkali dirawat di Rumah Sakit Koja akibat dari penyakit jantung yang dideritanya. Tidak hanya merasakan pada saat perawatan, melainkan sudah lima kali melakukan pemasangan ring untuk jantungnya ditanggung oleh program yang ada sejak tahun 2014.

“Saya sudah lima kali pasang ring, dari RS Koja saya dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan. Pemasangan ring dimulai sejak tahun 2017 sebanyak dua kali, di tahun 2018 sebanyak dua kali, dan pada Januari tauhn 2019 yang terakhir. Kata dokter mudah-mudahan ini yang terakhir kali,” ujar Daryani, beberapa hari lalu.

Sebenarnya penyakit ini dideritanya sejak tahun 1995, berawat dari sakit gula di dan merambat ke asma lalu jantung. Dulu sebelum ada BPJS Kesehatan, dirinya mengaku membayar sendiri, tetapi setelah sekian lama, uangnya tidak cukup untuk berobat, sehingga ditahan-tahan olehnya jika sakitnya tidak terlalu parah. Dokter pun sudah menyarankan untuk pemasangan ring untuk jantung, tetapi ia menolaknya karena biayanya sangat besar.

“Saya tidak mau disuruh pasang ring sama dokter tahun 1997. Karena faktor biaya yang saya pikir mahal, jadi saya tidak mau. Jadi jantung saya ini sakit-sakit terus, terasa sesak saat kambuh. Tetapi di tahun 2012, ada pembagian kartu KJS dari pemerintah, yang hingga saat ini sudah beralih menjadi KIS. Ini menjadi titik terang untuk pengobatan jantung saya ini,” kenangnya.

Waktu pertama kali akan dipasang ring, Daryani sempat khawatir untuk biaya yang dikeluarkan. Dia pun mencari-cari informasi ke dokter dan ke teman-temannya yang pernah di bypass yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Meskipun orang-orang bilang gratis, tapi dirinya masih tidak percaya karena belum merasakannya sendiri.

Posisinya saat itu mau tidak mau harus menjalankan pemasangan ring karena dirinya sudah tidak bisa berjalan. Sehingga mau tidak mau dia menuruti dokter untuk pasang ring di RS Tarakan.

“Alhamdulillah waktu pasang ring tidak ada biaya yang dikeluarkan. Temen saya di bypass juga tidak bayar. Akhirnya saya merasakan sendiri pemasangan ring untuk jantung saya semuanya gratis, Alhamdulillah sekali. Untungnya ada JKN-KIS, saya sungguh terbantu dan mensyukuri sekali pengobatan gratis yang ditanggung BPJS Kesehatan. Apalagi suami saya sudah tidak kerja sejak 5 tahun lalu,” katanya.

Daryani berpendapat bahwa program JKN-KIS menguntungkan bagi masyarkat yang tidak mampu. Tidak mengeluarkan biaya dan pelayanannya sama seperti orang-orang yang bayar sendiri. Dirinya secara pribadi tidak merasakan ada perbedaan.

“Kata dokternya kalau saya bayar sendiri itu, sudah seharga beli mobil pengobatan dan tindakan yang saya dapatkan harganya. Wah luar biasa sekali bukan kalau memang seharga itu ditanggung. Kalau sakit sekarang saya ada keinginan untuk berobat karena kan tidak bayar, bermanfaat bagi kita yang tidak mampu. Waktu mengurus pendaftaran juga tidak susah, cukup membawa persyaratan dengan lengkap, dan langsung diproses,” pungkas Daryani. (My)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here