JAKARTA, ifakta.co – Seorang pria terduga pelaku pencurian nyaris menjadi korban amuk massa setelah aksinya menyusup ke sebuah rumah sekaligus kos-kosan di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (5/10) siang, berhasil digagalkan. Berkat kesigapan Ketua RT setempat, emosi warga yang memuncak berhasil diredam, dan terduga pelaku diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Peristiwa menegangkan ini terjadi di Jalan Attaqwa, RT 05/RW 08, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Terduga pelaku yang tertangkap basah saat berupaya menggasak barang berharga, beruntung tidak mengalami luka akibat tindakan main hakim sendiri, meskipun sempat menjadi sasaran kemarahan warga.
Ketua RT setempat, Sudrasman, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu. Ia menjelaskan bahwa keberadaan pelaku pertama kali terdeteksi setelah pria itu nekat memanjat masuk ke dalam properti. “Kejadian itu, dia naik ke dalam, langsung nyari-nyari (barang). Di kameranya (CCTV) ada juga itu,” ungkap Sudrasman, menyoroti peran vital kamera pengawas dalam mengungkap aksi kejahatan ini.
Iklan
Detik-detik Penangkapan dan Peran CCTV
Aksi terduga pelaku yang mengenakan celana panjang, hoodie, dan topi serba hitam terekam jelas oleh kamera CCTV yang terpasang di lokasi kejadian. Rekaman tersebut menjadi bukti kuat bagaimana pria itu menyusup ke area rumah kos dan mulai mencari-cari barang. Kejelasan rekaman ini membantu warga dan penjaga rumah mengidentifikasi dan melacak pergerakan pelaku.
Kecurigaan penjaga rumah dan beberapa warga sekitar menjadi pemicu awal penangkapan. Setelah menyadari adanya aktivitas mencurigakan, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada Sudrasman. “Pas didatangi, terus lapor ke saya. Saya didatangin sama yang jaga rumah. Terus sampai turun ke bawah, ya, udah di situ,” jelas Sudrasman, menggambarkan kronologi penemuan pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan.
Dalam video yang sempat beredar luas di masyarakat, terduga pelaku terlihat terpojok, bertelanjang dada, dan tanpa perlawanan. Ketika dicecar oleh warga terkait identitasnya, pria tersebut mengaku sebagai warga Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pengakuan ini tentu akan menjadi salah satu petunjuk awal bagi pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Momen krusial terjadi ketika emosi warga mulai memanas. Beruntung, Sudrasman dengan cepat mengambil alih situasi dan berhasil meredam amarah massa. Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan penganiayaan atau main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga terhadap pelaku. Hal ini terbukti dari kondisi wajah pelaku yang tampak masih mulus tanpa luka bekas aksi kekerasan.
“Kalau dari saya, kagak ada (main hakim sendiri). Saya bilang ‘Jangan diapa-apain sebelum ada polisi, biar diselesaiin polisi.’ Sekarang sudah diserahkan ke polisi semua,” tegas Sudrasman,
Meskipun pelaku belum sempat menggasak barang berharga dari dalam rumah kos, warga menemukan satu unit ponsel di dalam tas yang dibawa oleh terduga. Terkait kepemilikan ponsel tersebut, Sudrasman mengakui adanya ketidakpastian.
“Belum (ada yang diambil). Tapi kita enggak tahu juga, karena di tas itu ada HP (telepon genggam) satu. Enggak tahu itu punya dia sendiri atau dapat ambil di mana, nanti pihak kepolisian yang mendalami,” ujarnya.
Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh pihak kepolisian. Dengan adanya rekaman CCTV dan keterangan saksi, diharapkan proses penyelidikan dapat berjalan lancar untuk mengungkap motif dan latar belakang aksi pencurian ini, serta memastikan keadilan ditegakkan.
(cin/wli)




