JAKARTA, ifakta.co – Rupiah hari ini diprediksi bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.890 hingga Rp17.940 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Berdasarkan acuan pasar terbaru, pergerakan rupiah saat ini berada di kisaran Rp17.950 per dolar AS, setelah pada penutupan perdagangan spot hari sebelumnya menguat tipis ke level Rp17.899 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar hari ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati pasar global yang tengah menantikan rilis risalah pertemuan bank sentral AS atau Federal Reserve. Investor di seluruh dunia sedang mencari sinyal lebih lanjut mengenai apakah The Fed akan mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar ke depannya.
Ketidakpastian arah kebijakan ini membuat sebagian besar pelaku pasar memilih untuk mengambil posisi aman, sehingga memberikan tekanan tersendiri bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Iklan
Sementara itu dari dalam negeri, ruang penguatan rupiah masih cenderung terbatas karena pelaku pasar domestik juga sedang mengantisipasi rilis data makroekonomi penting Indonesia pada pekan ini. Beberapa data yang ditunggu investor antara lain posisi cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, serta data penjualan ritel nasional.
Selain terhadap dolar AS, nilai tukar rupiah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pagi ini tercatat berada di kisaran Rp13.952 hingga Rp14.064 untuk dolar Singapura, Rp19.964 hingga Rp20.174 untuk euro, dan Rp23.576 hingga Rp23.815 untuk poundsterling Inggris.
Perlu diingat bahwa nilai kurs riil di perbankan atau penyedia jasa pengiriman uang dapat berbeda tergantung ketentuan margin masing-masing lembaga.
(wl/wl)


