TANGERANG, ifakta.co – Aksi tak biasa terjadi di halaman Mapolsek Kronjo, Polresta Tangerang. Puluhan orang tua anak yatim mendatangi kantor polisi tersebut di tengah ramainya sorotan publik terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pulo Cangkir, Kecamatan Kronjo. Rabu 25/3/26 kemarin

Kedatangan mereka sontak menjadi perhatian, memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: apakah aksi ini murni aspirasi atau ada pihak yang menggerakkan?

Kepala Desa Kronjo, Nurjaman, saat dikonfirmasi belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait aksi tersebut. Ia menyatakan belum mengetahui secara pasti apakah kedatangan puluhan orang tua anak yatim itu murni inisiatif sendiri atau terdapat kepentingan lain di baliknya.

Iklan

Sorotan tajam datang dari Fahrur Rozi (Ozy Ompong )  yang menilai aksi tersebut tidak mungkin terjadi begitu saja tanpa adanya pihak yang mengoordinir.

“Tidak mungkin puluhan orang tua anak yatim datang secara bersamaan tanpa ada yang menggerakkan. Ini perlu ditelusuri lebih jauh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ozy dari LSM DPD  Penjara. Ia mengungkapkan keprihatinannya agar anak yatim tidak dijadikan alat dalam kepentingan tertentu.

“Jangan sampai anak yatim dijadikan alat. Kami mendukung upaya pemberantasan mafia dan oknum pungli di kawasan Pulo Cangkir,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana selama tiga tahun terakhir, khususnya jika pungutan tersebut berdalih untuk santunan.

“Audit tiga tahun ke belakang perlu dilakukan. Jika alasannya untuk santunan, berapa besar nilainya dan berapa yang benar-benar tersalurkan ke masyarakat sosial. Kami menilai tidak mungkin semuanya tersalurkan dengan baik tanpa pengawasan,” tambahnya.

Di sisi lain, Ozy  juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolsek Kronjo yang dinilai berani mengambil tindakan terhadap dugaan praktik pungli.

“Baru kali ini ada Kapolsek yang berani memberantas oknum pungli. Sebelumnya belum ada yang berani,” ujar Ozy dalam keterangannya Kamis 26/3/26

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif pasti aksi tersebut maupun dugaan adanya pihak yang menjadi dalang. Peristiwa ini masih menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera terungkap secara transparan.

(Sb-Alex)