BANYUMAS, ifakta.co – Panggung terbuka Hetero Space Purwokerto menjadi saksi penampilan unik seorang dalang cilik dari generasi Alpha dalam rangkaian Banyumas Culture Festival 2026.
Ahlansyah El Muna Alam Hagriya, siswa kelas 2 MI Diponegoro 1 Purwokerto Lor, membawakan lakon Anoman Duta dengan menggunakan bahasa Inggris.
Penampilan tersebut menjadi sorotan karena memadukan tradisi pedalangan dengan kemampuan bilingual di usia dini.
Iklan
Lakon Anoman Duta mengisahkan perjuangan Anoman dalam menjalankan tugas menjemput Dewi Shinta.
Cerita tersebut diadaptasi dari naskah sanggit wayang dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sehingga tetap mempertahankan alur klasik namun disampaikan dengan pendekatan yang lebih global.
Ahlan diketahui baru belajar mendalang selama sembilan bulan di Sanggar Kepanjen di bawah bimbingan Ki Dalang Panji Laksmono.
Meski masih dalam tahap pembelajaran, ia sudah berani tampil di panggung besar peringatan Hari Jadi ke-455 Banyumas.
Ketua Panitia Banyumas Culture Festival, Muhammad Ridwan Bungsu, menjelaskan bahwa Ahlan masih terus berproses dalam mendalami teknik pedalangan.
“Mas Ahlan masih belajar, baik dalam memainkan wayang, sulukan, sabetan, maupun dalam ketentuan mendalang, termasuk penggunaan bahasa. Prosesnya masih panjang, tapi keberaniannya untuk tampil itu yang kami apresiasi,” ujarnya saat ditemui di backstage, Minggu (15/2).
Ia menambahkan, penggunaan bahasa Inggris dalam pementasan bukan sekadar sensasi, melainkan bagian dari pendekatan pembelajaran yang alami.
“Sejak tiga tahun terakhir Ahlan sudah terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan keluarganya. Karena itu, para pelatih mencoba menampilkan Mas Ahlan bercerita menggunakan bahasa Inggris. Namun, ia juga tetap belajar mendalang dengan bahasa Jawa sesuai pakem pedalangan,” katanya.
Penampilan dalang Gen Alpha ini turut mendapat apresiasi dari penonton. Lutfiah (30), salah satu warga yang hadir, mengaku bangga melihat keberanian Ahlan di atas panggung.
“Ikut bangga meski bukan siapa-siapanya. Melihat anak sekecil itu duduk di panggung besar dan memainkan wayang dengan sangat lihai itu luar biasa sekali. Semoga ini bisa menginspirasi anak-anak lain untuk terus semangat menjunjung budaya,” tuturnya.
Penampilan Ahlan menjadi bukti bahwa seni tradisional seperti wayang tetap memiliki ruang di hati generasi muda.
Dengan pendekatan yang adaptif tanpa meninggalkan akar tradisi, dalang cilik Gen Alpha ini menunjukkan bahwa budaya Banyumas terus hidup dan berkembang di tangan penerusnya.
(naf/kho)



