BANYUMAS, ifakta.co – Panggung terbuka Heritage Purwokerto, menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda dalam Open Stage Banyumas Culture Festival.

Kegiatan yang digelar pada, Minggu (15/2) siang sebagai pembuka rangkaian acara utama yang akan ditampilkan pada malam hari ini.

Peserta penari Banyumas Culture Festival (Foto:ifakta/naf)

Open stage kali ini secara khusus menjadi wadah apresiasi bagi anak-anak dan remaja usia TK hingga 18 tahun.

Iklan

Penampilan tersebut dibawakan oleh para penari dari Sanggar Jagabayan Nuswantara, yang menampilkan tiga karya tari: Tari Kupu-Kupu, Tari Manipuren, dan Tari Sekar Rinonce.

Salah satu penari Tari Sekar Rinonce, Salva (18), mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat sebelum tampil di panggung terbuka.

“Kita latihan lima hari, ada enam personel. Tarian ini merupakan tarian kreatif inovasi dari Sanggar Jagabayan Nuswantara. Kita senang banget karena di Banyumas ini sangat mewadahi dan support banget sama kebudayaan, khususnya untuk anak muda seperti kami. Semoga makin banyak anak muda yang berminat dan mengapresiasi kesenian,” ujarnya saat ditemui usai tampil.

Salva menambahkan, kesempatan tampil dalam open stage menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan tim.

Menurutnya, panggung seperti ini bukan hanya ajang tampil, tetapi juga ruang belajar dan pembuktian bagi generasi muda yang menekuni seni tari.

Ia juga menilai dukungan terhadap kegiatan budaya di Banyumas memberi motivasi tersendiri bagi anak muda untuk terus berlatih dan berproses.

Baginya, Culture Festival adalah bentuk apresiasi terhadap karya dan semangat generasi muda di bidang seni.

Open stage ini menjadi bukti bahwa Banyumas terus membuka ruang bagi generasi muda untuk tampil, berkembang, dan menunjukkan potensi seni mereka.

Bukan sekadar pembuka acara, panggung ini menjadi simbol dukungan terhadap regenerasi pelaku seni budaya di daerah.

(naf/kho)